5 Mitos Asuransi Jiwa yang Masih Diyakini Banyak Orang

12 Agustus 2019



Asuransi jiwa secara umum bertujuan menanggung kerugian finansial akibat risiko yang tidak terduga, semisal meninggal dunia. Ke depannya, kebutuhan finansial keluarga tertanggung dijamin sehingga bisa tetap menjalani hidup, walau tertanggung sudah tiada.

Dengan manfaat tersebut, asuransi jiwa terasa begitu penting. Anehnya, banyak masyarakat yang belum menyadari manfaat tersebut. Penyebabnya bisa karena beberapa faktor, di antaranya kurang pemahaman, berita miring mengenai asuransi, hingga mitos-mitos yang kerap tersebar di masyarakat. 

Apakah Anda termasuk  kelompok yang belum memahami atau percaya mitos mengenai asuransi?  Sudah waktunya Anda meluruskan semuanya biar tidak salah kaprah dan mulai menyadari begitu pentingnya asuransi jiwa sebagai proteksi diri. Berikut ini pembahasannya:

Masih muda dan single belum butuh asuransi
Umur memang tidak ada yang tahu. Tapi itu bukan berarti Anda tidak membutuhkan asuransi jiwa ketika masih muda.  Jika hal tak terduga terjadi seperti kecelakaan atau kematian dan kebetulan Anda memiliki utang (cicilan apartemen atau kartu kredit), keluarga terutama orang tua pasti akan terbebani. Nah dengan asuransi jiwa, masalah finansial akan menjadi lebih ringan.

Agen asuransi hanya mencari untung
Agen memang akan mendapat komisi dari premi yang dibayarkan nasabah sebagai bagian dari upah jasa mereka. Namun, manfaat nilai uang yang lebih besar akan lebih relevan oleh nasabah. Agen asuransi bertugas untuk memperkenalkan, menjelaskan, membantu memilih produk yang tepat untuk nasabah, serta memberikan layanan sebaik-baiknya. Selain itu, mereka juga memiliki kewajiban membantu nasabah saat proses pengajuan klaim. Dari ragam tugas itu, tak heran banyak nasabah yang berterima kasih kepada agen asuransi karena telah menerima manfaat asuransi.

Asuransi dari kantor sudah cukup
Kini, memang sudah banyak perusahaan yang memfasilitasi para pegawainya dengan asuransi.  Namun, kenyataannya asuransi tersebut memiliki batasan dan ketentuan khusus sehingga belum tentu cukup menanggung seluruh beban biaya yang sewaktu-waktu bisa datang ketika keadaan darurat. Lagipula, asuransi tersebut tidak akan berlaku ketika Anda resign dari kantor. Alhasil, Anda jadi tidak memiliki proteksi diri yang cukup untuk diri Anda dan keluarga.

Asuransi jiwa mahal, rumit, sulit diperoleh, dan hanya untuk orang kaya
Mitos ini sudah ada sejak lama. Biasanya disebabkan karena publik kurang cermat memperhatikan isi polis asuransi. Kenyataannya, kita dapat menyesuaikan jenis asuransi dan premi dengan kondisi keuangan pribadi. Ada lho asuransi jiwa dengan premi mulai dari Rp50.000 ribu, misalnya Asuransi Mikro. Kemudian, anggapan bahwa asuransi jiwa itu rumit diurus sudah tidak sesuai lagi dengan zaman sekarang. Kini, Anda bisa tidak datang ke kantor cabang penyedia jasa asuransi karena ada tenaga pemasaran yang dapat  membantu atau bisa melakukan proses transaksi dengan perusahaan asuransi melalui aplikasi online. 
Lalu, dengan berbagai sumber informasi dan referensi yang bisa didapat, informasi mengenai asuransi jiwa bisa didapat secara online.

Semua produk asuransi sama saja
Banyak orang yang menggangap semua  produk asuransi itu sama saja. Padahal kenyataannya bisa sangat berbeda dari kebijakan yang umum hingga detail ketentuan.  Pastikan Anda paham manfaat yang ditawarkan produk asuransi secara detil karena memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Dengan begitu, Anda bisa lebih paham ketika harus mengajukan klaim dan tidak merasa seperti ditipu. Intinya, pelajari isi produk, manfaat yang diberikan, serta syarat dan ketentuan yang bisa dilihat pada website perusahaan.

Semoga ulasan di atas bisa membantu Anda untuk meluruskan berbagai mitos-mitos keliru mengenai asuransi jiwa. Dengan informasi yang tepat, Anda bisa lebih paham dalam memilih dan membeli asuransi jiwa serta mendapatkan manfaatnya.

Butuh bantuan ?