Ada anggapan di tengah masyarakat bahwa memiliki asuransi penyakit kritis tak lagi diperlukan bila sudah memiliki BPJS Kesehatan. Sebuah anggapan yang terbilang keliru karena keduanya memiliki fungsi dan manfaat berbeda namun saling melengkapi dalam pemenuhan perlindungan kesehatan masyarakat. Keberadaan BPJS memang sangat penting. Namun hanya mengandalkan BPJS tidak mencukupi. Sebab, ada risiko penyakit kritis yang tidak ditanggung oleh BPJS Kesehatan.
Akibat yang ditimbulkan oleh penyakit kritis bisa sangat berbahaya. Baik itu secara kesehatan maupun keuangan. Pengobatan untuk penyakit kritis sangat besar. Selain itu, kondisi keuangan keluarga akan terganggu karena Anda dipastikan tidak bisa bekerja atau menjalankan usaha selama dalam pengobatan penyakit kritis. Bahkan, ada kemungkinan tempat kerja akan memberhentikan karyawan karena sudah lama tidak masuk kerja dan tidak produktif sesuai dengan harapan karena terkena penyakit kritis.
Bila sudah begini, siapa yang akan menanggung biaya rumah sakit atau biaya hidup keluarga?
Baca Juga
Apa itu Surat Pengajuan Asuransi dan Bagaimana Mengisinya?
Tips Investasi untuk Milenial Demi Raih Financial Freedom
3 Alasan Asuransi Kesehatan Sangat Penting untuk Milenial
Asuransi penyakit kritis pada dasarnya adalah bagian dari asuransi kesehatan namun memiliki manfaat asuransi yang lebih spesifik, yaitu untuk penyakit berbahaya, membutuhkan biaya besar, dan memiliki akibat fatal hingga kematian. Sesuai dengan definisinya, manfaat asuransi penyakit kritis adalah memberikan manfaat uang pertanggungan (UP). Biasanya jenis penyakit yang umumnya ditanggung oleh asuransi penyakit kritis adalah jantung, kanker, dan stroke.
Baca Juga
Asuransi Penyakit Kritis untuk Tiga Generasi
Berapa Biaya untuk Perawatan Penyakit Kritis?
Tips Cerdas Memilih Asuransi Penyakit Kritis
Manfaatkan THR untuk Membeli Asuransi Penyakit Kritis
Teliti Hal Ini Sebelum Punya Asuransi Penyakit Kritis Sequis
Butuh Asuransi Penyakit Kritis Terbaik? Cek Rekomendasi Ini
Dalam jenis asuransi ini, ada ketetapan kriteria kondisi kesehatan peserta yang dianggap cukup kritis akibat penyakit yang diderita sehingga tidak bisa bekerja lagi. Saat itulah uang pertanggungan akan dibayarkan oleh perusahaan asuransi. Sebelum mengambil asuransi penyakit kritis, harus mengetahui dulu apa syarat dan fungsinya. Perhatikan detail jenis penyakit yang dilindungi, polis asuransinya, dan proses klaimnya. Berikut ini adalah fungsi asuransi penyakit kritis:
1. Membiayai pengobatan atau perawatan penyakit kritis baik di dalam maupun di luar rumah sakit
2. Mengganti biaya lain di luar pengobatan/perawatan
3. Mengganti penghasilan yang hilang karena tidak lagi bisa bekerja
4. Melindungi dan mencegah kehilangan aset dan jeratan utang
5. Membiayai cicilan/utang yang masih ada atau belum lunas
6. Mengurangi beban biaya kehidupan sehari-hari keluarga
7. Mengganti dana pendidikan anak di masa depan
Selain itu, meningkatnya biaya kesehatan dari tahun ke tahun bisa melebihi tingkat inflasi. Sedangkan kenaikan pendapatan saja hanya sekitar 1,5% saja. Jadi, biaya perawatan kesehatan tidak sebanding dengan kenaikan pendapatan masyarakat. Persiapkan diri dan keluarga dari penyakit kritis dengan Sequis SOFI (System and Organ Function Insurance) yang dapat memberikan Anda premi tetap plus jaminan premi kembali hingga 150%, melindungi dari risiko penyakit kritis yang belum pernah ada, dan pilihan fleksibel untuk tiga generasi. Segera cari informasi produknya ketiga jenis asuransi tersebut melalui www.sequis.co.id. Bila ada pertanyaan, Anda bisa hubungi Sequis Care di (62-21) 2994 2929, WhatsApp ke 08111 33 2222 atau email ke care@sequislife.com setiap Senin-Jumat pukul 08.15 – 17.00 WIB.

