Perencanaan Keuangan di Awal Tahun

4 Januari 2021



Sudah punya asuransi kesehatan bukan berarti kita boleh sembrono. Kita tetap harus membiasakan diri hidup sehat serta perlu mengatur keuangan dengan cermat. Kita perlu mengatur pos-pos keuangan yang kita rencanakan akan dikeluarkan di tahun ini. Misalnya agenda untuk berlibur ke destinasi-destinasi baru, membeli barang-barang yang kita idamkan di momen harbolnas karena banyaknya flash sale dan tentunya berinvestasi. Berkaca pada resesi pandemi di tahun 2020, mungkin sebagian dari kita pendapatannya berkurang. 

Jadi alangkah baiknya bila di tahun 2021 ini kita lebih jeli lagi dalam mengatur pos belanja sebagai bentuk antisipasi jika terjadi situasi serupa. Untuk mengantisipasi kebocoran anggaran di tahun 2021 ini, tidak ada salahnya kembali mengatur keuangan agar dana tabungan terisi, investasi terus jalan, dan rencana di tahun ini tetap terlaksana. Berikut ini tips mengatur keuangan di tahun baru.

•    Kontrol Pengunaan Kartu Kredit 
Gunakan kartu kredit dengan bijak untuk keperluan yang benar-benar darurat. Usahakan menggunakan kartu kredit dengan nominal di bawah gaji bulanan, agar tidak kesulitan untuk membayar tagihan nantinya. Selalu lunasi kartu kredit Anda dan jangan berutang karena bunga yang bergulung akan membuat Anda keluar uang lebih banyak dari seharusnya. Jika diperlukan Anda juga bisa memanfaatkan program cicilan dengan bunga 0% (nol persen) untuk mengatur cashflow bulanan. 

•    Buat Rencana Anggaran
Buatlah rencana pengeluaran setiap bulan, kemudian catat semua pengeluaran dan pemasukan setiap bulan. Perhatikan apa saja pengeluaran-pengeluaran yang tidak sesuai dengan anggaran dan perbaiki di bulan berikutnya. Termasuk apa saja pengeluaran mendadak dan yang bersifat penting agar bisa dianggarkan di bulan berikutnya. 

•    Siapkan Dana Darurat
Jangan lupa sebelum berinvestasi Anda terlebih dulu harus mempersiapkan dana darurat. Sesuai dengan namanya dana darurat ini digunakan untuk keperluan sangat mendesak. Dana darurat bisa ditampung di rekening lain, yang tentu saja mudah diakses dan diambil dengan cepat. Jumlah dana darurat idealnya sebesar 6x pengeluaran bulanan Anda.

•    Mulai Berinvestasi 
Sebisa mungkin selalu sisihkan sebagian pendapatan Anda untuk berinvestasi. Investasi bisa berupa reksadana, emas, asuransi jiwa dwiguna, asuransi unit link, dan terus menambah jumlah investasi dari tahun ke tahun. Investasi ini juga bisa digunakan untuk keperluan jangka panjang misalnya saja biaya pendidikan anak, membeli rumah, tabungan haji, dan lain-lain.

Butuh bantuan ?