Apa Kelebihan Reksa Dana Pasar Uang Dibanding Deposito?

16 September 2020



Apa itu reksa dana pasar uang? Pertanyaan itu masih sering muncul pada saat ini. Sebagian orang menganggapnya mirip dengan deposito karena sama-sama cocok sebagai investasi jangka pendek. 

Memang terkesan hampir sama. Namun kedua produk keuangan ini memiliki perbedaan. Seperti yang telah banyak diketahui, deposito dikeluarkan oleh bank. Dengan melakukan deposito, seorang nasabah menyimpan sejumlah uang dengan jumlah yang sudah ditetapkan pada awal oleh bank. Selanjutnya, akan mendapat hasil berupa bunga dengan besar berkisar 4-6%. 

Reksa dana pasar uang diterbitkan oleh Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) yang memiliki legalitas dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Investor reksa dana akan menyerahkan sejumlah uang untuk kemudian dikelola oleh Manajer Investasi (MI). 

Kelebihan reksa dana pasar uang dibandingkan deposito? 
1.    Modal Investasi Lebih Kecil 

Saat membuka deposito, Anda diharuskan untuk menyetorkan sejumlah dana kepada pihak bank. Besaran uang ini berbeda-beda tergantung kepada kebijakan bank tempat Anda akan menyimpan uang. 

Modal yang perlu dipersiapkan untuk memulai berinvestasi reksa dana pasar uang jauh lebih rendah. Anda dapat memiliki unit penyertaan reksa dana hanya dengan Rp100 ribu Rupiah. Investor dapat melakukan top up atau menambah dana investasi setiap saat. Ini artinya, Anda dapat memulai menanamkan modal di pasar uang kapan saja karena harganya yang sangat terjangkau. Bila menginginkan hasil yang lebih optimal, Anda dianjurkan untuk melakukan top up secara rutin. 

2.    Potensi Return Lebih Tinggi
Nilai keuntungan yang akan didapatkan dari deposito cenderung tetap, yakni di kisaran 5-6% per tahun. Sedangkan di reksa dana pasar uang, Anda memiliki kesempatan mendapatkan return yang lebih besar, yaitu hingga 7%.   Memang perbedaannya tidak terlalu jauh. Namun bila melihat ke pajak suku bunga di deposito, keuntungan reksa dana akan terbukti lebih besar. 

3.    Investor Dapat Mengambil Dana Kapan saja
Deposito merupakan tabungan berjangka dengan peraturan tertulis tentang jangka waktu menjadi nasabah, yaitu 1-12 bulan. Selama masa kontrak tersebut, Anda sebagai nasabah tidak diperkenankan untuk menarik uang yang disetorkan. Bila dalam satu kondisi Anda benar-benar harus mengambil simpanan deposito, akan dikenakan denda yang jumlahnya berbeda-beda di setiap bank. 

Reksa dana pasar uang tidak menerapkan aturan tersebut. Investor dapat kapan saja menjual reksa dananya. Tidak ada batasan waktu investasi seperti yang diterapkan di produk deposito. Bahkan, Anda dapat mencairkan dana Anda setelah satu hari, satu minggu, atau satu bulan berinvestasi. Dengan fleksibilitas ini, Anda tidak perlu bingung bila tiba-tiba harus mencairkan reksa dana untuk keperluan mendesak. 

Nah, harusnya Anda tidak lagi mengeluarkan pertanyaan “apa itu reksa dana pasar uang" kan? Bila Anda mengharapkan return yang lebih besar dan agak menantang, Anda dapat memanfaatkan reksa dana pasar uang sebagai sarana pengelolaan keuangan untuk kebutuhan jangka pendek.  So, tunggu apa lagi? Segera hubungi Sequis Center di 021-29942929 untuk menanyakan jenis investasi yang cocok untuk Anda.

Butuh bantuan ?