Peringati Momen Hari Jantung Sedunia 2018, Sequis Ajak Masyarakat Tingkatkan Kesehatan dan Miliki Asuransi

Jumat, 28 September 2018

  • Penyakit kardiovaskuler yaitu penyakit jantung merupakan penyebab kematian nomor satu di dunia. Berdasarkan Kementerian Kesehatan RI hampir 40% penderita jantung di Indonesia berusia 44 tahun ke bawah dan 22% bahkan masih dalam usia produktif.
  • Gaya hidup modern yang minim aktivitas dan gerakan fisik termasuk kebiasaan yang harus diubah. Karena dampak dari kebiasaan tersebut adalah salah satu yang memicu penyakit jantung koroner.
  • Memperingati Hari Jantung Sedunia 2018 atau yang dikenal sebagai World Heart Day yang diperingati setiap tahunnya di seluruh dunia pada 29 September, Sequis mengajak masyarakat untuk memperbaiki gaya hidup  dan melindungi diri dengan memiliki asuransi kesehatan

Jakarta, 28 September 2018 - Hari Jantung Sedunia (World Heart Day) jatuh setiap tanggal 29 September sebagai momentum untuk mengajak masyarakat akan pentingnya menjalankan gaya hidup sehat sebagai upaya mengurangi risiko penyakit kardiosvaskular. Berdasarkan Kementerian Kesehatan RI hampir 40% penderita jantung di Indonesia berusia 44 tahun ke bawah dan 22% diantaranya bahkan masih dalam usia produktif. Data Departemen Kesehatan pada 2014 juga menunjukkan bahwa Penyakit  Jantung Koroner (PJK) menjadi penyebab kematian tertinggi pada semua umur setelah stroke yakni sebesar 12,9%.

Berbagai hal bisa menjadi penyebab terjadinya penyakit jantung, diantaranya adalah gaya hidup modern, stress tinggi, lingkungan tidak sehat serta pola makan yang berlebihan (terlalu banyak kalori, gula, tepung, gluten dan garam). Salah satu dampak dari kebiasaan tersebut adalah penyakit jantung koroner yang merupakan penyakit jantung yang paling banyak terjadi di Indonesia dan paling sulit terdeteksi gejalanya.

Penyakit jantung koroner terjadi karena adanya aliran darah ke jantung yang terhambat lemak. Penimbunan lemak dalam pembuluh darah arteri jantung ini dikenal dengan istilah aterosklerosis. Selain mengurangi suplai darah ke jantung, aterosklerosis juga menyebabkan terbentuknya trombosis atau penggumpalan darah. Sehingga menyebabkan aliran darah ke jantung terblokir dan terjadi Infark Miokard (serangan jantung).

Fakta di atas, menjadi indikasi perlunya mendeteksi dini dengan memeriksa tekanan darah serta  melakukan tes darah. Hal ini dibenarkan oleh Health Claim Senior Manager Sequis dr. Yosef Fransiscus.  "Tes darah untuk memeriksa kadar natrium, kalium, albumin dan kreatinin Anda merupakan salah satu hal yang saya sarankan untuk mendeteksi dini penyakit jantung. Tingkat abnormal bisa menunjukkan masalah dengan organ seperti ginjal dan hati, tanda-tanda gagal jantung. Tes darah juga dapat mengukur kadar kolesterol Anda yang berpengaruh pada kesehatan jantung," ujar dokter Yosef.

Namun dokter Yosef juga menambahkan bahwa tekanan darah mungkin naik atau turun tergantung pada usia, kondisi jantung, emosi, aktivitas, dan obat-obatan yang seseorang ambil. "Saat sedang tinggi tidak berarti Anda memiliki tekanan darah tinggi. Anda perlu mengukurnya pada waktu yang berbeda ketika Anda sedang beristirahat untuk mengetahui angka-angka khas Anda saat rileks," tambahnya.

Salah satu tindakan preventif yang dapat dilakukan untuk mencegah penyakit jantung juga dapat dilakukan dengan rutin berolahraga sekitar 3-5x seminggu dengan durasi sekitar 60 menit (1 jam), pola makan yang lebih banyak serat dengan lebih banyak mengonsumsi serat dan protein nabati ketimbang karbohidrat dan lemak, serta mengurangi penggunaan garam, gula dan minum air mineral sekurangnya 3 liter sehari, 1 gelas per jam yang setara dengan 13 gelas plastik kecil 240 ml. Puasa makan 1x dalam seminggu juga disarankan oleh dokter Yosef untuk memberikan kesempatan lambung dan usus bersih alami dan dapat memproses makanan dengan lebih baik ibarat kondisi mesin mobil baru ganti oli.

Sementara untuk olahraga yang sebaiknya rutin dilakukan juga dianjurkan agar jangan memilih olahraga yang terlalu berat. Karena pada pasien jantung olahraga kompetitif dapat memicu terjadinya peningkatan tekanan darah. "Olahraga punya batas toleransi. Jika sudah pernah terkena penyakit jantung maka sebaiknya menghindari olahraga yang kompetitif seperti futsal, basket, tenis dan sejenisnya. Pada pasien jantung sebaiknya olahraga yang terarah, terukur dan low impact seperti yoga, pilates, sepeda, jalan sehat dan berenang. Olahraga yang dapat memicu pelepasan hormon endorfin tersebut adalah olahraga terbaik bagi penyakit jantung. Tentunya untuk intensitasnya juga disesuaikan dengan kemampuan masing-masing," ujar dokter Yosef.

Miliki  Perlindungan Asuransi Sejak Dini

Ketika berbicara mengenai penyakit jantung, erat kaitannya dengan kebutuhan perlindungan asuransi. Hal ini karena biaya medis untuk perawatan di rumah sakit cukup  tinggi. Di sisi lain, serangan penyakit jantung sering kali tidak disadari oleh penderitanya dan jarang yang melakukan pemeriksaan dini maupun menyiapkan perlindungan diri melalui asuransi kesehatan. Padahal mencegah tentu lebih baik sebelum terlambat.

Data terbaru dari Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menyebutkan klaim kesehatan sepanjang kuartal kedua tahun 2018 mencapai Rp 4,72 triliun meningkat 9,1%. Peningkatan ini menandakan bahwa tingkat kepercayaan masyarakat yang semakin tumbuh terhadap produk asuransi kesehatan.

Head of Corporate Branding, Marketing and Communication Sequis Felicia Gunawan mengatakan untuk hari esok masyarakat Indonesia yang lebih baik. Sequis pun menghadirkan rangkaian produk asuransi yang dapat dipilih sesuai kebutuhan masyarakat. Menurut Felicia, Sequis hadir untuk mensosialisasikan pentingnya memiliki perlindungan terhadap risiko hidup seperti sakit, kematian yang berdampak pada finansial keluarga yang bisa terjadi pada siapa saja, kapan saja.

Felicia mengatakan bahwa asuransi sudah seharusnya menjadi gaya hidup masyarakat. Sequis pada tahun 2018 gencar mensosialisasikan kampanye Plan The Unplanned dengan harapan masyarakat terlindungi dengan asuransi agar mampu mewujudkan  hari esok yang lebih baik. " Perencanaan yang matang saja tidak akan pernah cukup, karena hidup selalu penuh kejutan, kita harus menyiapkan rencana untuk hal-hal tak terencana dalam hidup atau dengan kata lain Plan The Unplanned. Anda bisa saja rajin berolahraga, memiliki pola makan sehat dan rutin check up kesehatan, namun  bukan berarti Anda terhindar dari risiko. Dalam hidup selalu mungkin terjadi kejutan yang tidak diharapkan oleh karena itu kami mendorong siapa pun untuk memiliki perlindungan asuransi," ujar Felicia.

Salah satu produk yang diluncurkan oleh Sequis Life guna mendukung perlindungan kesehatan masyarakat adalah MY CRITICAL PROTECTION. Produk ini merupakan produk asuransi kesehatan yang terjangkau, mudah didapatkan serta memberikan manfaat Meninggal Dunia karena apapun dan manfaat Penyakit Kritis, dimana salah satunya adalah serangan jantung. Produk ini menawarkan perlindungan asuransi untuk masyarakat dengan usia 17 tahun hingga 55 tahun, dengan masa pertanggungan yang maksimal yaitu hingga usia 59 tahun, jika pertanggungan diperpanjang. Produk yang dijual melalui Sequis Online ini bisa didapatkan dengan mudah di alamat website https://online.sequis.co.id, dan dengan Pernyataan Kesehatan sederhana serta premi yang terjangkau, mulai dari Rp21.600*,- per bulan masyarakat sudah dapat terlindungi dari 3 penyakit kritis yaitu serangan jantung, kanker dan stroke.

Mengingat bahwa penyakit, kecelakaan dan kematian adalah hal-hal tidak terduga dan tidak bisa dihindari maka penting untuk memiliki asuransi sejak dini. Terlebih pada saat usia masih muda dan produktif. “Karena kesehatan adalah modal awal dan investasi menuju hari esok yang lebih baik, asuransi menjadi kebutuhan utama agar Anda dan keluarga tercinta tetap bisa melanjutkan hidup sekalipun terjadi risiko tidak terduga, “ tutup Felicia.

Untuk informasi lebih lengkap mengenai produk-produk Sequis, Anda dapat mengunjungi www.sequis.co.id atau menghubungi Sequis Care di nomor telepon (62-21) 2994 2929 atau melalui email ke care@sequislife.com. Follow kami di Fan page Sequislife OFFICIAL, twitter @SequisOFFICIAL dan instagram @sequisofficial untuk mendapatkan informasi atau tips menarik lainnya.

 

KONTAK MEDIA

Lana Christy Lenora

PT Asuransi Jiwa Sequis Life

Tel:  021 5223 123 ext. 2110

lana.christy@sequislife.com

 

Ineke Novianty Sinaga

PT Asuransi Jiwa Sequis Life

Tel:  021 5223 123 ext. 2101

ineke.sinaga@sequislife.com

Baca Rilis Berita Terkait

Butuh bantuan ?