Yuk, Pahami Lebih Dalam Tentang Asuransi Pendidikan Anak!

Kamis, 30 April 2020


Asuransi pendidikan menjadi salah satu instrumen yang bisa digunakan untuk menyiapkan biaya pendidikan anak


Banyak orang tua yang dibuat pusing dengan biaya pendidikan setiap anak melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.  Sebuah perasaan yang wajar karena uang pangkal masuk sekolah naik setiap tahunnya. Makin rumit karena harga buku pelajaran, alat tulis, dan keperluan sekolah lain juga kian meningkat. Jadi, bila tidak ada persiapan dari jauh-jauh hari, Anda bisa kelimpungan membayar semua keperluan sekolah anak. 

Mengenal Asuransi Pendidikan Anak
Asuransi pendidikan menjadi salah satu instrumen yang bisa digunakan untuk menyiapkan biaya pendidikan anak.  Asuransi pendidikan merupakan jenis proteksi yang menjamin pembayaran biaya pendidikan dibayarkan sesuai jadwal yang telah disepakati. Melalui asuransi pendidikan pula dana untuk biaya sekolah tetap dibayarkan walau orang tua tidak melanjutkan pembayaran akibat meninggal dunia. 

Asuransi pendidikan yang biasa ditawarkan oleh perusahaan asuransi biasanya berbentuk dwiguna (endowment) atau unit link. Berikut adalah penjelasan dua jenis produk tersebut. 

Asuransi Dwiguna (Endowment)/ Tradisional
Dalam proteksi ini, pemegang polis berhak menentukan Uang Pertanggungan (UP) sesuai dengan kebutuhan dan menetapkan jadwal pencairan dana pendidikan. 

Jumlah UP yang dibayarkan akan tetap sesuai dengan yang ditargetkan pada awal kontrak. Apabila orang tua meninggal dunia karena kecelakan atau hal lain, UP menjadi hak ahli waris yang sedang menempuh pendidikan. Sedangkan apabila tidak terjadi risiko, UP akan dibayarkan oleh pihak penanggung sesuai dengan waktu-waktu yang telah dicantumkan pada polis. Hingga sekarang, jenis proteksi dwiguna ini tetap menjadi pilihan banyak orang tua di Indonesia untuk merencanakan biaya pendidikan buah hatinya. 

Unit Link 
Sistem kerjanya hampir sama dengan proteksi dwiguna, yaitu uang jaminan pendidikan dapat dipergunakan sewaktu dibutuhkan untuk biaya keperluan pendidikan anak. Namun, Anda memiliki kesempatan untuk memeroleh keuntungan investasi bersamaan dengan pencairan Uang Pertanggungan. 
Karena bentuknya investasi, tidak ada jaminan pasti terkait keuntungan ataupun kerugian yang bakal Anda dapat. Ini karena hasil investasi tidak dapat dipisahkan dari kondisi ekonomi. Nantinya, pendapatan investasi bisa dicairkan bersamaan dengan UP yang sudah dijadwalkan. 

Mana yang lebih baik?
Kedua asuransi pendidikan anak di atas memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing sehingga tidak dapat diklaim bahwa satu produk lebih baik dari lainnya. Semuanya tergantung kepada kebutuhan Anda. Produk apapun yang dipilih, Anda sudah memiliki jaminan pendidikan yang dapat membantu buah hati mengenyam pendidikan hingga ke perguruan tinggi. 

Sebelum Anda memutuskan menggunakan jaminan pendidikan, alangkah baiknya jika membuat perencanaan terlebih dahulu. Berikut hal-hal yang harus direncanakan.
1.    Jenjang pendidikan tertinggi yang akan ditempuh anak. Apakah hanya akan menggunakan jaminan pendidikan hingga tingkat SMA, S1, atau hingga S2.
2.    Perhitungan kebutuhan biaya perjenjang pendidikan hingga tingkat yang tertinggi. Ini berguna untuk menentukan besaran UP.
3.    Daftar sekolah-sekolah yang menjadi target pendidikan anak. Ini berfungsi untuk menilik besaran uang pangkal yang diterapkan oleh lembaga pendidikan tersebut. 

Nah, jika telah merencanakan hal-hal di atas dengan matang, selanjutnya Anda dapat mendaftar jaminan pendidikan sesuai dengan yang Anda inginkan dan butuhkan. 

Bila masih bingung menentukan asuransi pendidikan terbaik untuk Anak, silakan berkonsultasi dengan Sequis Personal Assistent di https://www.sequis.co.id. Anda juga dapat mempelajari produk jaminan pendidikan anak terbaik Sequis di sini. Tersedia pula layanan Sequis care di nomor Sequis Care di nomor telepon (62-21) 2994 2929 atau email ke care@sequislife.com. Wujudkan mimpi buah hati dengan mempersiapkan dana pendidikannya bersama Sequis!

Butuh bantuan ?