Memahami Cara Baca Hasil Swab PCR dan Swab Antigen

1 Pebruari 2021



Ada sejumlah tipe tes yang digunakan untuk mendeteksi virus covid-19 di tubuh seseorang. Di antaranya ada rapid test dan swab test. Metode rapid test menggunakan sampel darah guna mendeteksi keberadaan antibodi. Nantinya, keberadaan antibodi dalam darah berarti mengindikasikan seseorang telah terjangkit penyakit, bisa di antaranya terserang virus covid-19. 

Ada keunggulan dan kelemahan dari rapid test. Sesuai dengan arti dari namanya, yakni tes cepat, hasil dari rapid test bisa terlihat hanya dalam hitungan jam. Kelemahannya, rapid test kadang memberikan hasil yang kurang akurat. Bisa jadi, pasien terserang virus lain. 

Selain itu, seperti dilansir CNBC, antibodi baru bisa dihasilkan oleh tubuh setelah satu hingga dua pekan pasca terinfeksi. Dengan begitu, hasil rapid test Orang Tanpa Gejala (OTG) yang baru awal terjangkit kemungkinan besar akan menunjukkan nonreaktif. Sebuah fenomena yang dijuluki oleh sejumlah pakar kesehatan sebagai gejala 'false negative'.

Oleh sebab itu, dokter dan tenaga kesehatan mengajurkan agar masyarakat mengambil tes swab bila ingin mendapatkan hasil yang lebih akurat. Baik itu swab PCR maupun swab antigen karena rapid test saja tidak cukup.

Dalam praktiknya, seseorang akan dinyatakan negatif terkena covid-19 bila saat tes swab PCR menunjukkan hasil negatf dan negatif saat rapid test untuk antibodi jenis igM dan igG non-reaktif. Untuk lebih jelasnya, simak beberapa indikator tes covid-19 dengan menggunakan swab pcr dan swab antigen berikut ini. Dengan begitu, masyarakat diharapkan bisa menginterprestasi hasil tes covid-19 dengan baik dan benar sehingga mengetahui tindakan yang harus dilakukan setelah melakukan tes.

 

Butuh bantuan ?