Gaya Hidup Lagom Bantu Hidup Lebih Sehat

4 Pebruari 2021



Pernah mendengar istilah `Lagom`? Istilah ini muncul  dari buku Live Lagom: Balanced Living the Swedish Way, karya Anna Brones. Ia menyarankan Lagom untuk diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Prinsip ini sudah diterapkan oleh masyarakat Swedia untuk meraih work life balance. Mereka percaya bahwa pekerjaaan adalah bagian penting dari kehidupan, tapi tidak membiarkannya menjadi fokus utama dalam hidup hingga membuat urusan lainnya terbengkalai. Konsep Lagom juga mereka terapkan saat makan, yaitu ada waktu bersantai dan menikmati makanan tapi tidak sampai boros.

Mendalami Lagom sebagai prinsip hidup berarti menyederhanakan kehidupan, menjauhkan diri dari stres, dan berusaha memampukan diri untuk hidup seimbang agar lebih bahagia. 

Mari kita mulai dengan melakukan instrospeksi diri. Setiap akan mengerjakan sesuatu coba pikirkan, apakah hal ini sudah cukup baik? Kemudian dari pada merasa bersalah ketika harus melakukan hal-hal yang kurang menyenangkan, lebih baik lakukan dulu dalam porsi kecil; pelan-pelan, tapi pasti dan selesai dengan baik. Jangan lupa, perhatikan apa saja hal-hal sederhana yang bisa membawa kebahagiaan karena perilaku sederhana dapat memberikan makna dan kebahagiaan. 

Anda pun bisa memulai gaya hidup Lagom dengan menyebarkan kebahagiaan dengan versi sendiri, seperti menuliskan catatan terima kasih dan berikan tip di aplikasi untuk supir ojol yang sudah mengantarkan pesanan makanan Anda, memberikan pujian kepada anggota tim, mengucapkan terima kasih pada rekan kerja yang sering membantu, dan berdonasi kepada sesama yang kurang mampu.

Jika sudah bisa menerapkan Lagom, kelak Anda akan menemukan work life balance dan meraih hidup yang lebih sehat. Proses awal mungkin tidak mudah tapi akan sepadan dengan kebahagiaan dan kepuasan hidup yang akan Anda rasakan. Yuk, mari kita terapkan gaya hidup Lagom.

Butuh bantuan ?