Investasi Jangka Panjang sebagai Tabungan Anda di Masa Depan

Jumat, 27 Juli 2018

Kita sering mendengar istilah investasi, namun apakah Anda memahami apa arti berinvestasi? Kata investasi tentunya bukanlah istilah yang asing. "Bukannya banyak orang yang bangkrut dan stres karena investasi?, Investasi itu untuk orang kaya, kan?"

Mungkin pertanyaan-pertanyaan tersebut yang ada dalam benak Anda ketika mendengar investasi.

Investasi sebenarnya adalah kegiatan membeli aset atau barang dengan harapan di masa depan akan memperoleh keuntungan atau apresiasi. Apresiasi ini dalam bentuk peningkatan nilai atau harga yang jauh lebih tinggi daripada tingkat inflasi. Jadi pada intinya, investasi merupakan upaya menciptakan penghasilan atau keuntungan di masa depan, lewat suatu aksi yang dilakukan pada saat ini. Investasi tidak lepas dari risiko sehingga lebih cocok untuk jangka panjang karena dalam jangka pendek risiko perubahan harganya cukup tinggi.

Investasi jangka panjang merupakan investasi yang dapat dilakukan oleh investor di mana dana yang Anda berikan untuk investasi akan dikelola dalam jangka waktu 1 tahun ke atas dan sebaiknya tidak dicairkan sebelum melewati jangka waktu tersebut. Ada 3 faktor utama yang harus Anda pertimbangkan saat memutuskan untuk berinvestasi dalam jangka panjang. Ketiga faktor ini adalah waktu yang dibutuhkan, jumlah uang yang harus diinvestasikan setiap bulan atau per tahunnya dan nilai total pengembalian investasi yang Anda inginkan di akhir periode investasi. Mari kita paparkan satu-persatu.   

Pertama, semakin rendah toleransi risiko dan tinggi nilai yang diinginkan, semakin panjang waktu yang diperlukan. Jika Anda menginginkan nilai pengembalian investasi yang tinggi, tentunya Anda akan memerlukan waktu investasi yang panjang. Dengan waktu investasi yang lebih panjang, Anda juga membagi jumlah uang yang harus Anda investasikan tiap bulannya menjadi lebih ringan.

Kedua, semakin besar jumlah uang yang diinvestasikan setiap bulan, semakin cepat mencapai target. Jika Anda menginginkan mencapai target pada jangka waktu tertentu, maka uang yang harus diinvestasikan setiap bulannya tentu juga besar. 

Ketiga, semakin tinggi nilai pengembalian investasi yang diinginkan di akhir periode, semakin lama waktu berinvestasinya dan harus berinvestasi pada instrumen yang lebih tinggi risikonya. Jumlah uang yang Anda inginkan di masa depan dengan investasi akan dipengaruhi oleh jenis instrumen yang Anda pilih dan lamanya investasi. Jadi Anda dapat mengukur tingkat pengembaliannya akan tercapai atau tidak dari sekarang.

Keempat, jenis investasi. Investasi yang dapat memberikan return tinggi, semakin cepat tercapai targetnya. Tetapi risiko fluktuasi harga juga tinggi. Disesuaikan dengan toleransi risiko.

Keempat faktor ini saling terkait dan harus Anda perhitungkan jika investasi jangka panjang menjadi pilihan tabungan Anda di masa depan.  

Investasi jangka panjang yang umumnya Anda pilih yaitu investasi dalam bentuk properti. Seperti kita ketahui bahwa bisnis investasi properti ini cukup menarik karena berpotensi untuk memberikan keuntungan seiring dengan terus meningkatnya harga properti setiap tahunnya. Investasi dalam bentuk properti bisa berupa rumah, apartemen, toko, ruko, rumah yang disewakan ataupun dijual dengan memperoleh apresiasi harga tanah yang semakin tinggi. Tapi perlu diingat bahwa investasi ini tidak likuid. Investasi ini juga tidak bisa dengan mudah dicairkan begitu saja setiap saat jika dibutuhkan. Nilai jual atau belinya juga cukup besar sehingga akan memerlukan waktu untuk misalnya hendak dijual dan memperoleh pembeli dengan harga yang sesuai ekspektasi. Ilustrasinya jika Anda membutuhkan dana misalnya dalam kisaran 10-15 juta rupiah, maka tindakan penjualan aset seperti rumah bukan pilihan yang tepat. Tindakan penjualan aset seperti rumah akan lebih tepat jika misalnya dana yang dibutuhkan diatas 500 juta rupiah.

Bentuk investasi yang kedua yaitu berupa emas. Emas memang terkenal dengan harganya yang mahal dan bisa dijadikan sebuah barang untuk investasi di masa yang akan datang. Emas juga dapat digunakan untuk hedging terhadap depresiasi mata uang dan inflasi. Kelemahan dari berinvestasi dengan menggunakan emas ini yaitu sulitnya dalam menyimpan emas yang kita punya dan juga tidak mudah dicairkan setiap saat jika dibutuhkan.

Yang ketiga, Anda bisa mempertimbangkan investasi dalam bentuk reksa dana. Penggunaan investasi reksa dana ini biasanya melalui perusahaan yang menjalankan investasi reksa dana. Reksa dana adalah suatu bentuk investasi yang sangat likuid dan bisa dicairkan kapan saja Anda butuhkan. Salah satu perusahaan yang menyediakan berbagai macam reksa dana yaitu Sequis Asset Management. Apabila Anda ingin mengetahui tipe dan karakteristik reksa dana dari Sequis Asset Management (SAM). Anda bisa mengakses informasinya melalui www.sequisam.co.id atau email ke care@sequisam.co.id. Di dalam website tersebut Anda akan menemukan berbagai bentuk reksa dana yang bisa Anda pilih sesuai dengan profil risiko dan dana investasi Anda.

Butuh bantuan ?