Sequis: Asuransi Jiwa | Asuransi Kesehatan | Investasi di Indonesia - Sequis - Your Better Tomorrow

Investasi Jangka Panjang VS Jangka Pendek: Mana yang Terbaik

22 Juli 2019



Investasi mulai diminati oleh banyak kalangan, baik bagi para pebisnis maupun pelaku usaha lainnya. Namun, investor kadang dihadapkan oleh dua pilihan yang sulit saat memilih jenis jangka waktu investasi, yakni investasi jangka pendek atau jangka panjang. Anda juga bingung soal hal ini? Mungkin Anda mendapat pencerahan setelah melihat ulasan berikut: 
Pahami kedua jenis investasi

Ada baiknya mengenali jenis kedua investasi terlebih dahulu. Investasi jangka pendek dan jangka panjang memiliki perbedaan, baik berupa bentuk, mekanisme serta kegunaan. Berikut jenis-jenis keduanya.
 

Investasi Jangka Pendek
 

●    Deposito
Anda bisa berinvestasi melalui deposito dengan potensi pengembalian cukup tinggi. Prosedur membuka deposito tidak berbeda dengan tabungan bank pada umumnya. 

 

●    Forex Trading
Investasi jenis ini memiliki konsep perdagangan mata uang asing. Risiko dari investasi ini tergolong tinggi dibanding investasi lainnya, salah satunya disebabkan fluktuasi nilai tukar. Meski begitu, forex trading memiliki potensi tingkat pengembalian cukup tinggi jika  Anda cermat melihat peluang. 

 

Investasi Jangka Panjang
 

●    Emas
Emas sering dipilih sebagai investasi jangka panjang. Sebab, emas memiliki nilai harga yang cenderung stabil, bahkan cenderung naik tiap tahun. Bukan tidak mungkin pula harganya akan melonjak tajam  pada saat-saat tertentu. Kalau pun tidak ada lonjakan besar, harga emas diprediksi akan terus mengalami kenaikan. Selain itu, emas mudah untuk dijual kembali saat kebutuhan mendesak. 
 

●   Tanah dan Bangunan
Tidak hanya emas, tanah dan properti juga memiliki nilai investasi. Sama halnya dengan emas, harga tanah dan bangunan akan naik setiap tahun. Namun perlu diingat, investasi ini membutuhkan dana besar. Untuk mempermudah, Anda bisa memanfaatkan fasilitas kredit yang banyak disediakan oleh bank atau perusahaan pembiayaan.

 

●    Reksa dana
Salah satu manfaat reksa dana adalah banyaknya pilihan untuk berinvestasi. Anda bisa memilih reksa dana saham, pendapatan tetap, atau pasar uang. Hal ini tentu disesuaikan dengan kebutuhan dan tingkat risiko yang sanggup Anda terima. Reksa dana pasar uang cocok bagi investor pemula karena tingkat risiko paling rendah. Sedangkan reksa dana saham lebih sesuai untuk investor dengan profil risiko tinggi. 
Nantinya, Manajer Investasi akan membantu Anda mengelola berbagai instrumen investasi dan memberikan rekomendasi produk yang sesuai dengan profil risiko Anda. 

 

●     Asuransi
Asuransi bisa memberikan perlindungan. Pun menjadi investasi jangka panjang yang banyak dipilih, terutama untuk jenis asuransi dwiguna dan unit link. Asuransi kesehatan juga punya daya tarik, salah satunya karena memiliki banyak keunggulan dari premi yang dibayarkan. Bahkan, bisa saja semua biaya perawatan kesehatan ditanggung. 
 

Mana yang lebih baik?
Memutuskan untuk memilih investasi jangka pendek atau jangka panjang memang tak mudah. Semuanya tergantung kebutuhan Anda. Bagi profesional muda yang memiliki pendapatan memadai untuk rutin berinvestasi,  asuransi bisa jadi pilihan.
Sedangkan bagi Anda yang ingin memaksimalkan efek compounding, investasi jangka panjang adalah pilihan tepat. Penghitungannya melibatkan investasi awal, investasi bulanan, suku bunga tahunan, dan masa tenor. Investasi jangka panjang juga dapat mengurangi risiko serta memenuhi kebutuhan jangka panjang, seperti saat masa pensiun dan jaminan kesehatan hari tua.
Kedua investasi tersebut sama-sama memiliki nilai tambah. Tinggal bagaimana Anda menyesuaikan dengan tujuan dan kebutuhan. 

Butuh bantuan ?