Bingung Klaim Dana Pendidikan? Ini Caranya!

17 Desember 2020



Bagaimana tidak panik jika saatnya anak masuk sekolah, persediaan uang tidak cukup untuk membiayai sekolah. Belum lagi adanya anggapan bahwa pemegang polis akan dipersulit saat harus mencairkan dana.

Perlu diketahui bahwa saat calon nasabah ingin membeli polis, kedua belah pihak (pihak penanggung dan pihat tertanggung) melakukan kesepakatan dengan berbagai kebijakan yang tertulis dalam polis. Untuk itu nasabah juga perlu mencermati isi polis terkait keadaan apa saja yang membuat klaim Anda disetujui dan ditolak. Saat ada nasabah yang hendak mencairkan dananya, pihak asuransi juga tidak boleh mempersulit atau bahkan menolak dengan semena-mena karena segala sesuatu ada syarat dan ketentuannya.

Proses klaim dana pendidikan tidaklah rumit. Asal Anda sudah melengkapi dokumen dan memenuhi semua persyaratan, perusahaan asuransi tidak akan mempersulit proses klaim dana pendidikan. Oleh karena itu, Anda sudah mengetahui langkah-langkahnya.

1.    Pastikan polis dalam keadaan aktif
Jangan sepelekan mengenai status polis Anda. Bisa jadi klaim Anda akan ditolak gara-gara status polis Anda sedang tidak aktif (lapse). Berikut adalah contoh kondisi yang akan membuat polis Anda lapse:
•    Pembayaran premi telat sehingga Anda telah melewati masa tenggang. Setiap perusahaan asuransi memiliki peraturan yang berbeda-beda mengenai batas pembayaran premi. Biasanya perusahaan akan memberikan tenggang waktu selama 45 hari. Jika dalam kurun waktu yang sudah ditentukan Anda tak kunjung membayar premi, pihak perusahaan berhak untuk membayarkan klaim Anda. Jadi pastikan membayar premi tepat waktu.

2.    Ketahui batas waktu pengajuan klaim
Perusahaan asuransi biasanya memberikan batas waktu tertentu untuk pengurusan klaim. Jika Anda mengajukan klaim melebihi batas waktu itu klaim asuransi bisa tertunda atau bahkan tertolak. Oleh karena itu, lakukan klaim scepatnya sebelum melewati batas waktu yang sudah ditentukan. 

3.    Lengkapi dokumen-dokumen
Sebelum mengajukan klaim, pastikan Anda mengetahui dokumen-dokumen yang harus dilengkapi. Lalu isi formulir dengan jujur dan jelas karena perusahaan asuransi akan memeriksa kebenaran informasi yang Anda tuliskan.

4.    Pastikan klaim tercakup dalam klausal
Cermati polis sebaik-baiknya agar tidak ada hambatan saat melakukan klaim atau bahkan salah dalam mengajukan klaim.

5.    Tidak melakukan kejahatan 
Jangan sampai pemegang polis atau ahli waris melakukan tindakan kriminal agar bisa mencairkan dana asuransi. Jika hal ini diketahui oleh pihak perusahaan, pengajuan klaim jelas akan ditolak.

Demikian uraian mengenai langkah-langkah mengajukan klaim dana pendidikan agar diterima oleh perusahaan proteksi. Pastika Anda memahami isi polis agar tidak merasa dipersulit dalam mengklaim asuransi.

Butuh bantuan ?