Mengenal dan Menghitung Premi Asuransi Kesehatan

20 April 2022


Ada banyak produk asuransi yang ditawarkan ke masyarakat. Ada asuransi mobil (kendaraan), asuransi rumah, asuransi kecelakaan, asuransi hari tua, dan masih banyak lagi. Dari beragam jenis asuransi itu, asuransi kesehatan sudah sepantasnya dimiliki oleh setiap orang. 

Akui saja, sekeras apapun seseorang untuk tetap sehat dan bugar, penyakit masih saja mengintai tubuh. Pandemi covid-19 adalah contoh paling sahih. Virus tersebut datang tanpa bisa diprediksi dan menghampiri orang-orang yang justru sudah menjalani pola hidup sehat.

Oleh karena itu, asuransi kesehatan menjadi perlindungan yang dibutuhkan masyarakat pada saat ini. Jadi ketika penyakit datang secara tiba-tiba, asuransi kesehatan akan membantu masyarakat mendapatkan perawatan optimal serta menanggung biaya yang ditimbulkan atas tindakan kesehatan tersebut.

Meski begitu, ada premi yang harus dibayarkan oleh masyarakat agar bisa merasakan manfaat dari asuransi. Sekadar informasi, premi adalah tanggungan biaya yang wajib dibayarkan oleh nasabah kepada perusahaan asuransi. Jumlah premi asuransi kesehatan sudah tertera di dalam polis. Pilihan pembayaran biasanya bisa dilakukan per bulan, 3 bulan, 6 bulan, atau tahunan.

Pembayaran premi memiliki tanggal jatuh tempo dan masa tenggang. Jadi, bila premi tidak dibayarkan secara penuh dan sesuai periode pembayaran, perusahaan asuransi dapat menangguhkan atau membatalkan pertanggungan.

Patut diketahui bahwa semakin kecil biaya premi semakin kecil manfaat perlindungan yang didapatkan. Begitu juga sebaliknya. Oleh karena itu, pahami dan pastikan secara seksama manfaat-manfaat yang dibutuhkan agar biaya premi asuransi kesehatan tidak memberatkan finansial Anda serta keluarga. Lazimnya, uang untuk bayar premi asuransi kesehatan tidak lebih dari 10 persen pendapatan total per bulan.

Selain jumlah manfaat yang diambil, faktor apa saja yang bisa membuat premi asuransi kesehatan bisa murah dan mahal? Silakan cek ulasan berikut ini:

1.    Usia 
Premi asuransi kesehatan orang yang lebih muda akan lebih murah ketimbang seseorang yang baru memiliki asuransi kesehatan saat berusia tua. Sebab, orang yang lebih tua memiliki risiko kesehatan lebih tinggi sehingga nilai preminya juga menjadi makin mahal.  

2.    Kondisi/riwayat kesehatan
Kondisi kesehatan Anda bakal menentukan harga premi. Biaya premi bakal mahal bila Anda pernah pernah sakit berat atau memiliki penyakit bawaan. Kemungkinan lain adalah perusahaan asuransi tidak menanggung biaya kesehatan/biaya rumah sakit yang ditimbulkan oleh penyakit bawaan atau komorbid tersebut.  

3.    Gaya hidup 
Gaya hidup serta hobi yang Anda jalani bakal memengaruhi harga premi. Seseorang yang hobi berolahraga ekstrem atau punya kebiasaan merokok harus membayar premi asuransi kesehatan lebih mahal. Sebab tipe orang seperti itu dianggap memiliki risiko sakit/kecelakaan yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang tidak merokok dan tidak memiliki hobi ekstrem. 

Sudah paham tentang premi asuransi kesehatan? Saatnya Anda memilih asuransi kesehatan yang sesuai kebutuhan dan dengan premi asuransi yang tidak membuat 'kantong jebol'. Segera cari tahu ragam produk asuransi kesehatan Sequis di www.sequis.co.id. Bila ada pertanyaan, Anda bisa hubungi Sequis Care di (62-21) 2994 2929, WhatsApp ke 08111 33 2222 atau email ke care@sequislife.com setiap Senin-Jumat pukul 08.15 – 17.00 WIB.

Butuh bantuan ?