Sequis: Asuransi Jiwa | Asuransi Kesehatan | Investasi di Indonesia - Sequis - Your Better Tomorrow

Cara Paling Aman untuk Menyelamatkan Diri saat Gempa

8 Pebruari 2022



Gempa magnitudo 6,7 mengguncang Banten pada Jumat 14 Januari 2022. Gempa yang terjadi pada sore itu dirasakan oleh masyarakat yang berada di Jakarta hingga Bandung.

Gempa merupakan salah satu bencana alam yang sering terjadi di Indonesia.  Hal ini terjadi karena letak negara yang masuk dalam kawasan Ring of Fire. Kawasan ini sangat rawan terjadi aktivitas gunung berapi dan gempa bumi.

Selain itu, Indonesia juga terletak di pertemuan tiga lempeng bumi, yaitu lempeng Indo-Australia, lempeng Pasifik, serta lempeng Eurasia. Pertemuan ketiga lempeng ini juga rentan terjadi berbagai macam pergerakan yang menghasilkan gempa.

Oleh karena itu, masyarakat wajib mengetahui cara menyelamatkan diri dan penolongan pertama bila sewaktu-waktu gempa kembali terjadi.

Yuk simak cara-caranya seperti dilansir dari situs CDC berikut ini:
Cara terbaik untuk menyelamatkan diri bila terjadi gempa adalah dengan metode drop, cover, hold on yang berarti menurunkan posisi tubuh  lebih rendah, menutup kepala dan leher, dan tetap berada dan berlindung di tempat tersebut hingga gempa berhenti. 

Baca Juga
Di PHK saat Pandemi Covid-19? Yuk Atur Ulang Keuangan
Lakukan Hal Ini Agar Virus Covid-19 Tak Muncul saat WFO
Ang Pao Jadi Pemasukan atau Pengeluaran?
4 Cara Jitu Mewujudkan Mimpi Anda Membeli Mobil
4 Kebiasaan Makan Orang Korsel Agar Turunkan Berat Badan

Untuk lebih rinci, simak tata cara menyelematkan diri berikut ini: 
Bila Berada di Gedung Bertingkat

1. Menjauh dari jendela dan dinding luar.
2. Tetap di dalam gedung.
3. Jangan gunakan elevator/lift. Listrik bisa padam, dan sistem sprinkler bisa menyala sehingga bisa menimbulkan risiko lain yang berbahaya
4. Bila Anda terjebak, tetap tenang. Cobalah untuk menarik perhatian seseorang dengan mengetuk bagian struktur yang keras atau logam. Cara ini dapat memudahkan Anda mendapatkan pertolongan untuk menuju tempat berlindung yang lebih aman.

Bila Berada di Tempat Ramai
1. Jangan terburu-buru menuju pintu keluar. Biasanya orang lain akan berpikiran sama, sehingga bisa berebut dan berdesakan di pintu keluar.
2. Jauhi rak pajangan yang berisi benda-benda yang bisa jatuh.
3. Bila memungkinkan dan tersedia, berlindung dan ambil sesuatu untuk melindungi kepala dan wajah Anda dari puing-puing dan kaca yang berjatuhan.

Bila Berada di Dalam Rumah
1. Segera menjauh dari kaca, benda gantung, rak buku, lemari cina, atau furnitur besar lainnya yang bisa jatuh. Perhatikan benda yang jatuh, seperti batu bata dari perapian dan cerobong asap, perlengkapan lampu, hiasan dinding, rak tinggi, dan lemari dengan pintu yang bisa dibuka.
2. Bila tersedia di dekat Anda, ambil sesuatu untuk melindungi kepala dan wajah Anda dari puing-puing yang berjatuhan dan pecahan kaca.
3. Bila Anda berada di dapur, segera matikan kompor dan tutupi saat terjadi guncangan pertama.
4. Bila Anda di tempat tidur, tahan dan tetap di sana, lindungi kepala Anda dengan bantal. Lebih kecil kemungkinan terluka jika berlindung di tempat Anda berada. Perlu diingat, pecahan kaca di lantai dapat menyebabkan cedera jika Anda berjalan untuk menuju ke luar rumah
5. Jangan berdiri di depan pintu. Anda bisa berlindung dengan lebih aman di bawah meja. Di rumah modern, ambang pintu tidak lebih kuat dari bagian rumah lainnya. Selain itu, pintu juga tidak dapat melindungi Anda dari kemungkinan sumber cedera.

Bila Berada di Dalam Kendaraan yang sedang Bergerak
1. Pindahkan mobil/motor Anda ke bahu atau trotoar, jauh dari tiang listrik, kabel di atas kepala, dan under- atau overpass.
2. Tetap di dalam mobil dan pasang rem parkir. 
3. Nyalakan radio untuk informasi siaran darurat.
4. Bila sudah aman untuk mulai mengemudi lagi, perhatikan bahaya yang ditimbulkan oleh gempa bumi, seperti kerusakan di trotoar, tiang dan kabel listrik yang jatuh, permukaan air yang naik, jembatan layang yang jatuh, atau jembatan yang roboh.

Butuh bantuan ?