Cegah Stunting Sejak Dini: Gizi, Pola Asuh & Berasuransi

26 Pebruari 2021



Sosialisasi dan peringatan bahaya stunting bagi anak-anak Indonesia masih terus dilakukan oleh pemerintah agar prevelansinya yang saat ini sebesar 27,67% dapat terus turun.  (Survei Status Gizi Balita Indonesia 2019).  Stunting dapat  terjadi pada awal kehidupan, yaitu 1.000 hari sejak masa konsepsi hingga anak berusia 2 tahun. Ini berarti, stunting masih dapat dicegah sejak masa kehamilan. 

Cara mendeteksi stunting dapat dilakukan sejak masa kehamilan melalui pemeriksaan USG secara rutin. Tujuannya untuk mengetahui apakah pertumbuhan janin sudah sesuai dengan usia. Kemudian setelah lahir, deteksi dini dapat dilakukan dengan secara rutin mengukur berat dan panjang atau tinggi badan setiap bulannya pada usia 0 – 12 bulan dan setiap 3 bulan pada usia 1 – 3 tahun. 

Dokter Spesialis Gizi Klinik RSIA Bina Medika Bintaro, dr. Amalia Primahastuti, Sp.GK mengatakan ibu hamil haruslah dalam kondisi tidak undernutrition (kekurangan gizi) demi menghindari terjadinya pertumbuhan janin yang terhambat, terhindar dari infeksi selama hamil agar tidak terjadi kelahiran prematur. Agar tidak kekurangan gizi maka ibu hamil harus mengonsumsi makanan bergizi seimbang serta suplemen yang dibutuhkan selama hamil untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ibu dan janin. Zat gizi terbagi menjadi 2, yaitu makro (karbohidrat, protein, dan lemak) dan mikro (vitamin dan mineral). 

Sedangkan untuk anak, Dr. Amalia menyarankan agar bayi di bawah usia 6 bulan sebaiknya  diberikan ASI eklusif. Sebab ada banyak manfaat ASI ekslusif yang bisa didapatkan sebagai asupan nutrisi pada bayi. Pola asuh juga menjadi salah satu cara mencegah stunting. Pola asuh yang dimaksud adalah praktek pemberian makan, imunisasi, stimulasi, dan kebersihan. “Ibu perlu memperhatikan praktek pemberian makan, yaitu dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang selama hamil, melakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) saat anak lahir, pemberian ASI ekslusif selama 6 bulan pertama, dan dilanjutkan dengan pemberian MPASI saat anak berusia 6 bulan. Ibu juga perlu membawa anak ke posyandu atau fasilitas kesehatan lainnya agar anak dapat diimunisasi sesuai jadwal. Sedangkan aspek kebersihan, yaitu  menggunakan air bersih saat MCK, untuk masak dan minum serta cuci tangan dengan sabun dan air mengalir.  Kebersihan sangat penting bagi ibu hamil dan menyusui, terlebih saat pandemi karena berisiko terkena penyakit infeksi termasuk virus covid-19. Pada masa pandemi juga kemungkinan semakin banyak anak yang berisiko mengalami stunting karena terbatasnya akses makanan dan layanan kesehatan”, sebut dr. Amalia

Jika anak yang dilahirkan terlanjur stunting maka dr. Amalia menyarakankan orang tua membawa anak ke rumah sakit untuk mendapatkan terapi.  Pada stunting fase awal, terapi dapat dilakukan karena  cukup   terbukti ada anak-anak yang menjalankan terapi, mampu kembali ke tinggi normalnya. Secara umum terapi pada anak stunting adalah pemberian makanan bergizi seimbang dengan kalori yang adekuat dan diberikan suplementasi gizi mikro. Pemerintah Indonesia pun sudah menjalankan berbagi program untuk meningkatkan asupan makan melalui Program Makanan Tambahan (PMT) dan suplementasi seperti kapsul vitamin A, taburia (multivitamin), dan zinc (zat besi). 

Walaupun kasus stunting lebih banyak terjadi pada masyarakat kurang mampu, tetapi penyakit ini dapat terjadi pada siapa saja jika ibu hamil dan keluarganya tidak memiliki pengetahuan yang memadai dalam pengasuhan anak sejak dalam kandungan. “Ketika terjadi gangguan kesehatan pada masa kehamilan hingga terjadi stunting tentunya akan memerlukan banyak biaya untuk pengobatan sehingga saat akan berencana menikah dan hamil maka  pasangan disarankan untuk memiliki asuransi kesehatan termasuk bagi anak yang ada dalam kandungan” sebut Co-Founder MiPOWER by Sequis and Financial Planner Edwin Limanta. Ia mengajak masyarakat untuk menambah pengetahuan mengenai bahaya stunting dan segera miliki asuransi kesehatan sejak awal berumah tangga agar anak-anak berkesempatan  meraih hari esok yang lebih baik

Asuransi kesehatan berkorelasi dengan masalah stunting. Sebab, jika terjadi stunting maka anak akan mudah sakit dan dapat mengalami gangguan fungi kognitif.  Bila disertai dengan kenaikan berat badan yang berlebihan kelak akan lebih berisiko terkena penyakit kronis seperti diabetes, jantung, stroke, dan kanker saat dewasa. Saat harus melakukan pengobatan maka asuransi akan sangat membantu meringankan pengeluaran keluarga sebab biaya pengobatan akan ditanggung oleh asuransi sesuai perjanjian polis. Anda bisa mempertimbangkan Sequis Q Health Platinum Plus Rider asuransi kesehatan dengan beragam manfaat untuk keluarga Anda yang bisa dimiliki sejak  Tertanggung berusia 1 bulan yang memiliki *Batas Manfaat Tahunan Keseluruhan hingga Rp1,5 miliar/tahun.
 

-0O0-

Kontak:
Lana Christy
PT Asuransi Jiwa Sequis Life
Tel: 021 5223 123 ext. 2110
lana.christy@sequislife.com    

Ineke Novianty Sinaga
PT Asuransi Jiwa Sequis Life 
Tel: 021 5223 123 ext. 2101
ineke.sinaga@sequislife.com


*Batas Manfaat Tahunan Keseluruhan adalah batasan manfaat asuransi yang diterima Nasabah dalam setahun.

Butuh bantuan ?