Hari Pendidikan Nasional Saat Pandemi COVID-19

Sabtu, 2 Mei 2020



Selama puluhan tahun sistem pendidikan di Indonesia masih dilaksanakan dengan sistem belajar tatap muka. Namun, pandemi COVID-19 memaksa pendidikan kita mengubahnya menjadi belajar mandiri di rumah. Situasi ini mungkin membuat banyak orang tua kebingungan bagaimana agar kegiatan belajar dapat berjalan senormal mungkin, bagaimana membuat anak mengerti bahwa belajar dari rumah sama pentingnya seperti belajar di sekolah, dan bagaimana agar anak dapat memahami pelajaran dan mengerjakan tugas dari guru mereka.

Jika sudah demikian, teknologi terasa menjadi alat bantu yang sangat dibutuhkan untuk menyukseskan belajar dari rumah yaitu belajar dengan sistem online. Tidak perlu panik jika Anda belum terbiasa karena sebenarnya era digital telah banyak memberikan kemudahan bagi masyarakat bahkan saat pandemi virus ini.  Lalu bagaimana memanfaatkan digital untuk memudahkan Anda bekerja dan belajar? Sekarang ini sudah banyak tersedia informasi dari ranah digital untuk membantu meningkatkan pengetahuan anak bahkan saat  masa pandemi COVID-19, telah tersedia banyak buku-buku dan jurnal online yang dapat diakses tanpa berbayar untuk membantu meningkatkan pengetahuan anak.

Head of Digital Channel Sequis Life Evan Wijaya Tanotogono yang memiliki ketertarikan soal digital, mengatakan bahwa meskipun pandemi telah membatasi ruang gerak kita seperti fisik. Namun, di sisi lain membuka peluang dan kesempatan bagi kita untuk menciptakan kreativitas dalam berkolaborasi. Tentu saja dengan memanfaatkan ketersediaan inovasi digital di sekeliling kita. 

“Kita yang hidup di era digital, terutama para orang tua yang berhadapan dengan kurikulum pendidikan yang semakin inovatif, hendaknya memiliki wawasan positif bahwa pendidikan saat ini bukan lagi soal tatap muka dan menerima informasi secara satu arah, melainkan sebuah proses pengembangan diri secara berkelanjutan untuk dapat mengikuti perkembangan zaman. Salah satunya dengan beradaptasi melalui pemanfaatan teknologi digital,” sebutnya.

Saran bagi orang tua untuk memanfaatkan teknologi saat anak harus belajar dari rumah, misalnya dengan membuat jurnal harian tentang kegiatan selama di rumah, misalnya  membuat tulisan, foto, video, lagu, lukisan, atau apa saja yang merupakan hasil dari kegiatan project base bersama keluarga.  Anda juga dapat mengajak anak menyimak video atau film anak dengan genre pendidikan dan meminta mereka menceritakannya kembali dan menghubungkannya dengan pelajaran mereka. Lalu bagaimana jika orang tua harus tetap bekerja sedangkan anak belajar di rumah. Manfaatkan fitur-fitur digital yang tersedia pada gadget untuk melakukan video call untuk memonitor perkembangan belajar anak. 

Dari segi keterampilan, bisa mencoba mengeskplorasi berbagai aplikasi yang bermanfaat dari gadget. Mulai dari tutorial digital, aplikasi kreatif hingga permainan yang membantu mengasah kemampuan motorik, sensorik, dan logika. Berbagai aplikasi tersebut dapat diunduh secara gratis. “Berkat teknologi digital maka mempelajari kompetensi dan keterampilan baru menjadi sangat mudah. Selain sebagai tools, teknologi digital juga membantu menghubungkan kita dengan mentor dan komunitas yang memiliki antusiasme yang sama sehingga mempercepat proses belajar,” lanjut Evan.

Lengkapi Diri dengan Perlindungan Asuransi  Jika Harus Tetap Bekerja 
Bagi Anda yang masih harus bekerja di luar rumah saat pandemi COVID-19, tentu harus lebih waspada. Untuk itu, ikuti rekomendasi dari WHO dan pemerintah. Mulai dari menggunakan masker, rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak, dan mengikuti petunjuk prosedur saat meninggalkan dan kembali ke rumah. Selama Anda mengikuti dengan tertib semua rekomendasi tersebut, niscaya risiko tertular virus COVID-19 dapat dihindari. Jangan lupa asupan bergizi agar Anda pun tetap sehat. 

Evan menyarankan agar orang tua yang bekerja di luar rumah selain mengikuti rekomendasi untuk mencegah penularan COVID-19, juga perlu melengkapi diri dengan asuransi. “Jika Anda sudah diasuransikan berarti Anda mengurangi kekhawatiran anggota keluarga  yang ada di rumah. Tidak perlu bingung jika ingin membeli asuransi, karena sama halnya dengan study atau work from home yang dapat memanfaatkan teknologi digital, membeli asuransi pun sudah dapat dilakukan secara online. Salah satunya melalui Super You, asuransi digital dari Sequis yang memungkinkan proses pembelian hingga pengurusan polis asuransi dilakukan secara online tanpa memerlukan komunikasi secara tatap muka maupun telepon,” sebutnya.

Pada Super You by Sequis Online tersedia asuransi Super Life Protection. Ini adalah asuransi jiwa yang jika terkena risiko kecelakaan dan mengalami cacat total dan tetap maka akan diberikan 100% Uang Pertanggungan (UP). Nilai yang sama juga akan diberikan jika Tertanggung meninggal dunia oleh sebab apapun saat dalam masa asuransi termasuk meninggal karena virus COVID-19. Tidak hanya itu, dengan premi yang sangat terjangkau mulai dari Rp33 ribu rupiah per bulan bagi nasabah yang memiliki asuransi ini, ahli waris akan mendapatkan 200% UP jika Tertanggung tutup usia karena kecelakaan dalam masa asuransi. Selain itu, produk asuransi Super Life Protection dapat diakumulasi hingga UP Rp1,5 miliar rupiah per Tertanggung.

“Melengkapi diri dengan asuransi saat pandemi COVID-19 berarti Anda bertanggung jawab pada pendidikan anak dan masa depan keluarga karena asuransi akan melindungi masa depan mereka dari risiko hidup yang penuh ketidakpastian. Jadi, segera kunjungi superyou.co.id dan temukan kemudahan berasuransi online, “ tutup Evan. 

Kontak:

Lana Christy
PT Asuransi Jiwa Sequis Life
Tel: 021 5223 123 ext. 2110
lana.christy@sequislife.com    

Ineke Novianty Sinaga
PT Asuransi Jiwa Sequis Life 
Tel: 021 5223 123 ext. 2101
ineke.sinaga@sequislife.com

Butuh bantuan ?