Mengenal Reksa Dana

Sabtu, 30 September 2017

Setiap orang menginginkan masa depan yang mapan dan berkualitas. Salah satu pengelolaan uang adalah dengan investasi. Ada berbagai jenis instrumen investasi yang dapat dipilih untuk mendapatkan imbal keuntungan. Salah satu investasi yang dapat Anda pilih adalah Reksa dana (Mutual Fund). Reksa dana sangat cocok bagi Anda yang tidak memiliki cukup waktu, pengetahuan, dan pengalaman untuk secara aktif mengelola investasi karena kita memercayakan dana investasi dikelola oleh pihak yang ahli yaitu Manajer Investasi.

Keuntungan Investasi Reksadana
Diversifikasi
Manajer Investasi akan menempatkan investasi pada banyak aset kelas dan efek diversifikasi. Diversifikasi dilakukan untuk memberikan hasil investasi yang optimal dan meminimalisir risiko.


Modal relatif rendah
Berinvestasi di  reksa dana bisa dilakukan dengan minimal Rp100 ribu. Apabila investor ingin melakukan diversifikasi, tentunya Rp100 ribu tidaklah cukup. Melalui reksa dana, investor dapat memperoleh investasi yang terdiversifikasi dengan modal yang relatif rendah.


Dapat dicairkan dengan cepat
Dana investasi pada reksa dana dapat dicairkan dengan cepat. Maksimal 7 hari dari pengajuan, dana di reksa dana sudah diterima di rekening. Likuiditas bukan masalah di reksa dana.
 
Pada tahap awal berinvestasi di reksa dana, Anda perlu mengindentifikasi tujuan berinvestasi dan menentukan jangka waktunya. Kemudian kenali profil risiko Anda, apakah tergolong konservatif atau agresif. Profil risiko disesuaikan dengan tujuan dan jangka waktu investasi. Selanjutnya pilihlah reksa dana yang sesuai dengan tujuan, jangka waktu dan profil risiko. Apakah akan masuk ke reksa dana saham, campuran, pendapatan tetap, atau pasar uang.

Apakah investasi di reksa dana ada risiko? Setiap investasi memiliki karakteristik, potensi keuntungan serta risiko kerugian. Risiko jika berinvestasi di reksadana:
Risiko Likuiditas
Risiko ini dapat terjadi apabila terdapat penjualan kembali secara serentak oleh para pemodal (redemption rush) dan Manajer Investasi mengalami kesulitan menjual portofolio dalam jumlah besar dengan segera


Risiko Investasi
Harga Efek terutama saham dapat naik maupun turun dengan cepat. Apabila efek saham yang terdapat dalam portofolio turun maka Nilai Aktiva Bersih (NAB) dari setiap unit penyertaan reksa dana akan turun. Ada kemungkinan  NAB Unit Penyertaan pada saat-saat tertentu akan lebih rendah dari NAB pada waktu membeli.


Risiko Pembubaran dan Likuidasi
Reksa dana dapat dibubarkan apabila nilai dana kelolaan tidak mencapai batas minimal Rp25 miliar selama 90 hari bursa berturut-turut.

 

Butuh bantuan ?