Berapa Persen dari Penghasilan untuk Dana Pendidikan Anak?

24 Pebruari 2021



Kabar baik didapat oleh warga di Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Tuban di tengah pandemi covid-19. Di saat banyak orang mengalami kesulitan keuangan akibat bisnis yang lesu atau pengurangan gaji, warga Tuban justru mendadak menjadi miliuner. Itu terjadi setelah aset tanah mereka dibeli oleh PT Pertamina untuk keperluan proyek pembangunan kilang baru atau Grass Root Refinery Tuban (GRR Tuban). Dari proses itu, rata-rata mendapat Rp8 miliar. Ada pula yang mendapat bayaran hingga Rp24 miliar!

Uang sebanyak itu tentunya bisa digunakan untuk berbagai hal. Bisa untuk keperluan konsumtif dan investasi, bisa pula disiapkan untuk dana pendidikan anak. 

Lantas, berapa persen dari tabungan atau penghasilan yang harus disisihkan untuk kebutuhan ini?

Cara pertama agar sukses menyiapkan biaya sekolah adalah dengan membuat perencanaan anggaran pendidikan. Caranya adalah dengan melakukan survei biaya uang masuk di sekolah-sekolah yang menjadi tujuan, dari Taman Kanak-kanak (TK) hingga Perguruan Tinggi. Catat dan jangan lupa untuk menambahkan kenaikan harga akibat inflasi biaya pendidikan sebesar 10-15% per tahun. 

Langkah selanjutnya adalah menyiapkan sarana menabung, yaitu instrumen keuangan yang paling sesuai untuk tujuan yang ingin dicapai. Apabila targetnya adalah kepastian uang sekolah anak hingga kuliah, Anda dapat menggunakan tabungan pendidikan ataupun asuransi pendidikan anak. 

Tabungan pendidikan diselenggarakan oleh bank, sedangkan asuransi pendidikan, yang merupakan pengembangan dari produk asuransi jiwa, disediakan oleh. Inilah nilai plus yang dimiliki asuransi pendidikan. 

Bila orang tua meninggal atau mengalami cacat, anak akan mendapat dana santunan dan dana pendidikan, yang akan dibayarkan oleh perusahaan sesuai dengan jadwal pencairan yang ada di buku perjanjian polis. Kemudian, secara otomatis kewajiban untuk membayar premi akan berakhir. 

Nah, setelah membuat rencana pendidikan dan memilih sarana yang tepat, barulah Anda menentukan persentase dari pendapatan yang harus dimasukkan ke tabungan pendidikan. 

Salah satu referensi dalam perencanaan keuangan adalah rumus 10 + 20 + 30 + 40. Sebanyak 10 % adalah untuk kebaikan (zakat). Sebanyak 20 persen untuk masa depan, seperti dana pensiun maupun tabungan pendidikan anak. Lalu, 30 persen untuk cicilan semisal cicilan mobil atau rumah. Sedangkan 40 % digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Apabila Anda tidak memiliki cicilan, maka alokasi cicilan dapat dialihkan untuk dana masa depan ataupun kebutuhan. 

Nah, mulai saat ini, klasifikasikan kebutuhan-kebutuhan Anda ke dalam 4 jenis kebutuhan yang telah dijelaskan di atas. Sebelum dipilah-pilah, jangan lupa sisihkan 20%  atau lebih untuk menyiapkan dana pendidikan anak.

Tidak perlu menunggu hingga anak besar atau masuk usia sekolah. Lebih cepat menabung akan jauh lebih baik, karena ditakutkan uang yang sudah ada terpakai untuk hasrat konsumtif. 

Yuk, cari instrumen asuransi pendidikan yang paling tepat dengan kebutuhan Anda di sini. Sequis memiliki pilihan asuransi dana pendidikan tradisional dan juga unit link yang dipadukan dengan unsur investasi. Informasi lebih lanjut dapat Anda tanyakan melalui Sequis Personal Assistant

Butuh bantuan ?