Mengenal Varian Baru Virus Corona yang Sudah Terdeteksi

9 Maret 2021



Virus corona covid-19 pertama kali terdeksi di Indonesia pada 2 Maret 2020. Kala itu, dua orang dinyatakan positif mengidap virus yang pertama kali merebak di Wuhan, Tiongkok tersebut. Setahun berselang, varian baru virus corona dengan kode B-117 hadir di Tanah Air. Menurut Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, kasus terkonfirmasi ini ditemukan di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Senin (1/3).

Baca Juga
MiPOWER Ajak Milenial Tanggap Dengan COVID-19
Menelaah Mitos dan Fakta Mengenai Vaksin Covid-19
Sudah Pernah Terinfeksi Covid-19, Masih Perlu Suntik Vaksin?
Urutan Kelompok Prioritas Penerima Vaksin Covid-19
Ini Kondisi Tubuh yang Tidak Dibolehkan Divaksin Covid-19

Seperti apa virus B-117 dan bagaimana sejarah penyebarannya? Berikut beberapa fakta mengenai varian baru virus corona B-117 yang dirangkum dari berbagai sumber:

1. Varian baru virus corona B-117 pertama kali menyebar di Inggris pada September 20201. Hanya dalam beberapa bulan, B-117 menyebar dengan cepat ke sejumlah negara lain hingga ke Indonesia.

2.  Kantor statistik nasional Inggris (ONS) menyebut gejala umum dari varian baru virus corona adalah mudah kelelahan, sakit tenggorokan, batuk, dan nyeri otot.

3. Dengan adanya temuan varian baru virus corona, sejumlah pakar menyarankan agar masyarakat menggunakan dua masker secara bersamaan, yakni masker medis ditambah masker kain atau menggunakan masker N95.

4. Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof dr Zubairi Djoerban memastikan mutasi virus corona B-117 tetap terdeteksi saat menggunakan uji PCR.

5. Kesehatan Publik Inggris menegaskan virus B-117 lebih menular dibandingkan covid-19 dan beberapa mutasi dari virus corona yang sudah beredar sebelumnya.

6. Hingga saat ini, belum ada temuan yang menyatakan varian baru virus corona ini menyebabkan penyakit yang lebih parah atau peningkatan risiko kematian.

Sejumlah pakar memprediksi pandemi covid-19 masih akan berlangsung selama 2021. Dengan adanya varian baru virus corona ini, pandemi kemungkinan besar bisa berlanjut pada 2022. Oleh sebab itu, Smart People harus tetap menjalankan protokol kesehatan seperti menggunakan masker, menjaga jarak, rutin mencuci tangan, dan sebisa mungkin  mengurangi aktivitas di luar rumah.

Butuh bantuan ?