SOFI dari Sequis: Asuransi Penyakit Kritis dengan Proteksi Pasti & Premi Kembali

21 Februari 2022


PT Asuransi Jiwa Sequis Life meluncurkan asuransi penyakit kritis, yaitu Sequis Organ and Function Insurance (SOFI)

Jakarta, 18 Februari 2022 – PT Asuransi Jiwa Sequis Life meluncurkan asuransi penyakit kritis, yaitu Sequis Organ and Function Insurance (SOFI) yang memberikan manfaat jika terjadi risiko kegagalan sistem dan fungsi organ tubuh serta risiko penyakit kritis termasuk penyakit kritis yang belum pernah ada sebelumnya. Kehadiran SOFI adalah respons Sequis terhadap kebutuhan akan perlindungan perawatan penyakit kritis tidak menular Non Communicable Disease (NCD) yang biayanya dirasakan masih sangat mahal.

Director & Chief Agency Officer Sequis Franky Nayoan mengatakan bahwa Penyakit Kritis Tidak Menular telah menjadi penyebab tingkat kematian yang cukup tinggi secara global dan umumnya menimbulkan masalah finansial yang sangat serius bagi penderita dan keluarganya. “Prevalensi penyakit kritis sudah merata pada segala usia termasuk kalangan usia muda. Padahal, Indonesia akan menghadapi bonus demografi, yaitu populasi usia produktif lebih banyak dari usia non produktif. Jika tren penyakit kritis sejak usia muda semakin tinggi maka target mencapai Indonesia emas akan terhambat karena dibutuhkan usia produktif yang cerdas, sehat fisik, dan mandiri finansial. Ini merupakan peringatan agar kita memperbaiki gaya hidup dan segera memiliki jaring pengaman finansial,” seru Franky.

Serangan penyakit kritis dapat menyebabkan kebangkrutan karena mahalnya biaya pengobatan dan panjangnya proses perawatan medis. Beberapa orang terlambat melakukan pengobatan bahkan sama sekali tidak melakukan pengobatan karena terbentur masalah ekonomi. “Sequis meluncurkan asuransi penyakit kritis murni (standalone critical illness) terbaru, yaitu SOFI agar masyarakat segera dapat memiliki perlindungan asuransi penyakit kritis sejak dini dengan premi yang murah dan tetap. SOFI hadir dengan konsep “Anti Rugi”, yaitu memberikan manfaat 100% UP sekaligus pengembalian premi jika terjadi risiko penyakit kritis meliputi kanker, serangan jantung, dan stroke serta risiko kegagalan sistem/fungsi organ, seperti sistem pernafasan, saraf, sensorik, autoimun, dan sejumlah penyakit sistem lainnya (sesuai yang tercantum pada polis),” sebut Franky. 

Produk inovatif yang dipelopori oleh Sequis ini tentunya diharapkan bisa menjadi solusi untuk menciptakan hari esok yang lebih baik bagi masyarakat Indonesia. Sequis selalu menjaga komitmennya di dalam berinovasi untuk memenuhi kebutuhan nasabah serta masyarakat Indonesia dan melaksanakan kewajiban kepada nasabah sesuai ketentuan polis melalui pembayaran klaim sehingga masyarakat tidak ragu memercayakan perlindungan keluarganya kepada Sequis. Hingga kuartal IV Tahun 2021, Sequis Life telah membayar Klaim dan Manfaat (*termasuk klaim penebusan unit) senilai lebih dari Rp2,8 Triliun,” tutup Franky.


SOFI: Asuransi Penyakit Kritis yang Komprehensif
Sebagai asuransi penyakit kritis SOFI dapat dibeli oleh mereka yang berusia 30 hari-55 tahun. Dengan premi yang terjangkau dan hanya dibayar selama 10 tahun, nasabah akan mendapatkan perlindungan selama 25 tahun. Uang Pertanggungan (UP) yang akan didapat oleh nasabah bisa mencapai Rp3 miliar. Selain itu terdapat manfaat pengembalian premi hingga 150% bila tidak ada klaim atas penyakit kritis selama masa perlindungan.

Jika pasien dirawat di ruang rawat intensif lebih dari 8 hari, tersedia manfaat rawat inap berupa 20% UP (sampai maksimal Rp250 juta). Ada juga manfaat meninggal dunia karena sebab apapun hingga 150% UP.  Selain itu, nasabah akan mendapatkan fasilitas asuransi gratis bagi buah hati berusia kurang dari 18 tahun berupa 20% UP (sampai maksimal Rp200 juta) untuk risiko penyakit kritis NCD dan kegagalan sistem/fungsi organ serta manfaat 4% UP (sampai maksimal Rp40 juta) jika harus dirawat inap jangka panjang di ruang perawatan intensif untuk rawat inap lebih dari 8 hari.

Nasabah juga dapat menambahkan rider sesuai kebutuhan, yaitu:

  • SOFI – Parent Protector, perlindungan untuk orang tua dari tertanggung berupa UP hingga Rp200 juta dan pengembalian premi yang sudah dibayarkan jika terkena alzheimer, demensia, kanker, parkinson, dan kegagalan sistem pernafasan tahap akhir. Terdapat juga manfaat pengembalian total premi asuransi tambahan yang telah dibayarkan jika orang tua Tertanggung meninggal dunia dan jika tidak ada klaim selama masa pertanggungan.
  • SOFI – Additional NCD Protector, manfaat pembebasan premi untuk perlindungan penyakit kritis NCD dan 100% pengembalian UP jika didiagnosis mengalami jenis penyakit kritis NCD kedua
  • SOFI- Comprehensive Protector, manfaat jika didiagnosis penyakit kanker tahap awal berupa 20% UP (sampai maksimal Rp500 juta) dan pembebasan premi selama 12 bulan. Terdapat juga manfaat 50% UP (sampai dengan Rp1 miliar) jika didiagnosis mengalami kegagalan pada salah satu sistem/fungsi organ di tahap menengah dan pembebasan premi selama 12 bulan.


Waspada Penyakit Demensia: Sequis Gelar Webinar untuk Edukasi Nasabah & Masyarakat 
Demensia umumnya terjadi pada lansia yang berusia di atas 65 tahun. Adanya faktor risiko lainnya seperti hipertensi, diabetes, riwayat cedera kepala, obesitas, hiperkolesterol juga dapat menjadi faktor pemicu lansia mengalami Demensia Alzheimer. Hal inilah yang mendorong Sequis memberikan edukasi melalui webinar Life Talk with Sequis “Alzheimer & Dementia for Elderly” (18/02) untuk berbagi pengetahuan tentang tindakan preventif, pengobatan penyakit Demensia Alzheimer, dan cara membangun pola hidup berkualitas bagi ODD & caregiver dengan menggandeng Alzheimer’s Indonesia (“ALZI”) yang menghadirkan Dokter Spesialis Saraf & Champion ALZI, dr. Sheila Agustini, Sp.S

Webinar ini dihadiri oleh hampir 400 orang yang terlihat sangat antusias terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan ke dr.Sheila. Gejala awal dari Demensia Alzheimer adalah kepikunan, lupa meletakan barang pribadinya, mengalami perubahan emosi dan perilaku yang cukup signifikan, dan ada juga sampai lupa arah jalan pulang ke tempat tinggalnya. 

“Jika mendapati sejumlah gejala tersebut, sebaiknya dilakukan pemeriksaan skrining Demensia, yaitu MMSE (Mini Mental State Examination). Ini adalah pemeriksaan fungsi kognitif sebagai deteksi dini untuk mengetahui apakah sudah terjadi penurunan fungsi kognitif atau Demensia. Bagi mereka yang sehat akan memberikan hasil normal sedangkan pada ODD akan terdeteksi penurunan skor,” ujar dr.Sheila. 

Lebih lanjut dr.Sheila menjelaskan bahwa ODD akan diberikan obat untuk penanganan farmakologi. Namun, pengobatan ini hanya untuk memperlambat penurunan fungsi otak saja, belum bisa untuk menyembuhkan. Jenis tatalaksana lainnya adalah non-farmakologi (psikologis dan sosial), yaitu serangkaian terapi yang diperuntukkan untuk ODD guna memberikan dukungan sosial serta aktivitas bermakna agar ODD tetap dapat menstimulasi otak serta meningkatkan kualitas hidupnya. Salah satunya bergabung dengan Komunitas ALZI untuk mendapatkan informasi dan dukungan komunitas bagi ODD dan keluarga. 

Mengingat biaya perawatan yang tidak sedikit dan tahapan pengobatannya yang cukup kompleks. Kita bisa melakukan tindakan preventif. Dr. Sheila menyarankan agar masyarakat menjalankan pola hidup sehat sebagai gaya hidup sehari-hari termasuk mengonsumsi diet nutrisi seimbang, menghindari rokok dan alkohol, istirahat cukup, rutin berolahraga serta kelola stress karena Demensia Alzheimer berpotensi terjadi lebih cepat jika gaya hidup tidak sehat dan tidak diperbaiki. Ada baiknya juga untuk melakukan cek kesehatan berkala, agar jika terdapat penyebab faktor penyakit degeneratif, maka dapat ditangani lebih dini sebelum menjadi pencetus penyakit kronis. 

Dr. Sheila juga menyinggung peranan keluarga untuk mendeteksi dini Demensia Alzheimer, “Perlu kepekaan untuk merasakan perubahan dalam penurunan daya ingat pada anggota keluarga. Sementara jika ada pengidap Demensia Alzheimer di dalam keluarga maka anggota keluarga lain haruslah menjadi support system untuk menjaga kualitas hidup ODD. Anggota keluarga perlu mengetahui lebih detail mengenai Demensia Alzheimer agar dapat mendampingi ODD dengan tetap memperhatikan kondisi kesehatan fisik dan mental dirinya sendiri. Keluarga dapat bergabung dengan komunitas pendukung, seperti ALZI yang akan memberikan pengalaman positif bagi keluarga dan ODD,” imbuhnya.

-0O0-
KONTAK MEDIA
Lana Christy

PT Asuransi Jiwa Sequis Life
Tel: 021 5223 123 ext. 2110
lana.christy@sequislife.com

Ineke Novianty Sinaga
PT Asuransi Jiwa Sequis Life 
Tel: 021 5223 123 ext. 2101
ineke.sinaga@sequislife.com

Butuh bantuan ?