Sequis: Asuransi Jiwa | Asuransi Kesehatan | Investasi di Indonesia - Sequis - Your Better Tomorrow

Asuransi dan Investasi, Duet Meningkatkan Ekonomi Indonesia

22 Oktober 2021



Ekonomi Indonesia sempat anjlok pada semester pertama 2020. Virus covid-19 yang menyebar secara cepat di dunia membuat pasar modal dan investor panik hingga akhirnya membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melorot ke 3800-an dari yang sebelumnya konsisten di level 6000-an.
Namun perlahan tapi pasti, IHSG mulai kembali terkerek ke level 6000-an dan Indonesia dinyatakan keluar dari resesi keuangan pada semester 2 2021 setelah perekonomian dinyatakan tumbuh sebesar 7,07%.

Pertumbuhan ekonomi ini disebabkan oleh beberapa faktor. Kasus covid-19 yang mulai melandai menjadi salah satu penyebab. Penyebaran virus yang tidak lagi masif membuat iklim bisnis menjadi subur. Peran investor ritel (individu) juga tidak kalah penting. Kemauan mereka untuk menyisihkan sebagian dari pendapatan untuk investasi di pasar modal ikut meningkatkan perekonomian dan IHSG.

Apalagi, jumlah 'bantuan' dari investor ritel meningkat pada era pandemi covid-19. Seperti dilansir Tribun Bisnis, investor ritel di Tanah Air baru berjumlah 2,5 juta pada 2019. Angka itu, melonjak 125% atau menjadi 5,6 juta pada Juni 2021. Artinya, masyarakat yang berinvestasi semakin banyak dan dana yang diinvestasikan guna 'menyuntik' perusahaan juga bertambah. 

Baca Juga
Mengenal Problem Sandwich Generation & Cara Menghindarinya
Tips Simpel Melindungi Polis Asuransi Agar Tetap Aktif
Kaum Rebahan Ingin Punya Asuransi? Coba Find Agent Sequis
2 Hal yang Bikin Orang Tua Wajib Beli Asuransi Pendidikan
Beli Asuransi Kesehatan sebelum Covid-19 Varian Mu Menyebar

Perekonomian Indonesia diprediksi bisa semakin tumbuh pada masa depan. Asal, penduduk usia produktif Indonesia yang saat ini berjumlah kurang lebih 190 juta mulai melek perencanaan keuangan dan menempatkan sebagian uangnya ke investasi.

Bila dibandingkan dengan negara lain, persentase penduduk Indonesia yang sudah melek investasi masih kalah dibanding negara-negara ASEAN. Di Singapura, 15,96% penduduknya sudah mulai berinvestasi di pasar modal. Selain itu, data dari IDX dan Stock Exchange Annual Report menunjukkan angka persentase di Malaysia mencapai 8,55%.

Bayangkan bila Indonesia bisa mencapai angka persentase seperti itu. Andai menyamai Malaysia, berarti ada 16 juta masyarakat Indonesia yang sudah berinvestasi. Sedangkan andai sukses menyamai Singapura, berarti ada 30 juta masyarakat Indonesia sudah berstatus sebagai investor ritel. Dengan jumlah sebesar itu, IHSG dan perekonomian Indonesia diprediksi bisa meningkat berkali lipat dari pencapaian tahun ini.

Mencapai Kemandirian Finansial dengan Asuransi Jiwa
Kemandirian finansial yang Anda dapatkan pada saat ini sudah sepatutnya diteruskan kepada generasi penerus, yakni anak Anda. Cuan yang Anda dapat dari investasi bisa dialokasikan untuk dana pendidikan anak. Nah, agar anak juga punya modal untuk melanjutkan hidup dan tidak mengalami krisis finansial setelah ditinggal orang tua pada masa depan, Anda sebaiknya memiliki asuransi jiwa.

Jadi, asuransi jiwa memiliki Uang Pertanggungan (UP) yang akan diberikan kepada ahli waris. UP juga bisa langsung dimanfaatkan oleh keluarga. Jadi, tidak seperti halnya warisan lain seperti rumah, harta, atau tanah yang harus melalui proses pemindahan tangan terlebih dahulu sebelum diberikan kepada ahli waris.

Selain itu, ahli waris asuransi jiwa juga tidak dikenakan biaya pengambilan hak, pajak balik nama, atau biaya-biaya administrasi lainnya seperti yang terjadi dalam proses pengurusan warisan aset tanah, rumah, atau uang

Dengan ketersediaan dana dari UP, anak atau ahli waris bisa melanjutkan hidup bahkan bisa mulai buka usaha atau berinvestasi. Bisa investasi ke pasar modal (investasi saham), atau ke instrumen investasi lainnya seperti reksa dana atau Surat Berharga Negara (SBN). Dengan semakin banyak yang berinvestasi, perekonomian negara juga dapat semakin maju.

#bulaninklusikeuangan
#bulaninklusikeuangan2021
#LebihMemahamiAsuransi

Butuh bantuan ?