Sequis: Asuransi Jiwa | Asuransi Kesehatan | Investasi di Indonesia - Sequis - Your Better Tomorrow

Menyiasati Produk Asuransi Unit Link Agar Tidak Merugikan



Produk asuransi unit link sempat menjadi 'buah bibir' pada akhir 2021 dan awal 2022. Ketika itu, asuransi unit link mendapat perhatian publik karena merugikan nasabah. Terutama untuk urusan imbal investasi karena dirasa tidak sesuai dengan yang dijanjikan oleh agen asuransi.

Asuransi unit link memang terbilang unik dan berbeda dibanding produk asuransi lainnya. Di asuransi unit link, nasabah bakal mendapatkan proteksi sekaligus investasi. Nah sama seperti investasi pada umumnya, nilai investasi di asuransi unit link juga bisa naik dan turun.

Hal inilah yang kadang tidak dimengerti oleh nasabah. Alhasil, keluhan langsung dilontarkan oleh nasabah ketika mengetahui imbal hasil investasi asuransi unit link tidak 'perform'.

Baca Juga
Serba-serbi Asuransi Jiwa, Yuk Cari Tau Sebelum Memilikinya
Hal yang Harus Dipahami Sebelum Memiliki Asuransi Pendidikan
Pengertian Asuransi Unit Link Beserta Manfaatnya

Menyiasati Asuransi Unit Link
Calon nasabah harus mempelajari dan memahami produk asuransi unit link agar mendapatkan manfaat secara optimal. Masa mempelajari produk bisa dilakukan pada saat free look period. Bila selama masa pembelajaran nasabah merasa manfaat yang didapatkan tidak sesuai dengan kebutuhan, nasabah berhak mengajukan pembatalan polis.

Bila merasa kurang 'sreg' dengan produk asuransi unit link yang sudah dibeli namun sudah kadung melewati masa free look period, nasabah bisa konsultasi dengan agen atau Manajer Investasi (MI). Konsultasi bisa dilakukan untuk mengubah atau memindahkan unit link dari saham ke pasar uang.

Sebagai informasi, ada empat jenis investasi unit link yakni saham, obligasi, campuran (saham dan obligasi), serta pasar uang.

Baca Juga
Kinerja Unit Link Sequis: Raih Penghargaan Best Unit Link 2018 dari Majalah Investor
Kinerja dan Inovasi Sequis di Tengah Pandemi

Misal Pria A sebagai nasabah asuransi unit link pasar saham. Ternyata nilai investasinya turun selama berminggu-minggu sehingga membuat Pria kurang nyaman. Sesuai peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan disetujui oleh Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Pria A berhak memindahkan asuransi unit link sahamnya ke pendapatan tetap atau ke pasar uang. Peralihan tersebut dimungkinkan namun tetap menyesuaikan profi risiko Pria A. 

Tips Membeli Asuransi Unit Link
1. Memilih perusahaan asuransi yang terdaftar di OJK
Usahakan membeli asuransi unit link di perusahaan yang sudah memiliki izin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dengan begitu, Anda sebagai nasabah bisa lapor kepada OJK bila perusahaan asuransi tersebut melakukan 'pelanggaran' atau ada klaim Uang Pertanggungan serta hasil investasi yang tidak dibayarkan.

2. Utamakan asuransi, jangan tergiur imbal hasil besar
Nasabah asuransi unit link harus siap dengan risikonya, yaitu fluktuasi nilai investasi. Pada momen tertentu, hasil investasi dari asuransi unit link bisa untung. Namun pada momen lainnya bisa rugi. Sebaiknya fokus kepada manfaat yang diterima dari asuransi jiwa pada asuransi unit link dan tidak mudah tergoda iming-iming imbal hasil besar dan tetap. 

3. Memahami biaya yang harus dibayarkan
Kadang, nasabah merasa tertipu karena merasa perusahaan dan agen tidak transparan menyangkut biaya-biaya pembelian unit link. Mulai dari sekarang, Anda wajib bertanya perihal biaya-biaya yang harus dibayarkan selama masa asuransi agar kejadian tidak mengenakkan pada masa mendatang bisa dihindari.

Butuh bantuan ?