Haruskah Hewan Peliharaan Disuntik Vaksin Covid-19?

15 Pebruari 2021



World Health Organization (WHO) melakukan penelitian untuk mencari asal-usul kemunculan virus covid-19 di Kota Wuhan, Tiongkok. Dari hasil analisis sementara, ada indikasi virus berasal dari kelelawar.

Indikasi itu setidaknya menguatkan penilitian sebelumnya yang menyebut potensi evolusi virus di tubuh hewan yang kemudian tertular ke manusia bisa menimbulkan risiko kesehatan jangka panjang.

Alhasil, sejumlah ilmuwan dari Inggris dan Amerika Serikat memunculkan gagasan agar vaksin covid-19 juga diberikan ke hewan peliharaan.

"Vaksinasi ke beberapa beberapa spesies hewan peliharaan mungkin saja diperlukan untuk mencegah penyebaran infeksi," tulis ilmuwan dari Universitas East Anglia, Earlham Institute, dan Universitas Minnesota, seperti dilaporkan Yahoo! News , Rabu (27/1).

Meski begitu, sejauh ini belum ada kasus penularan virus covid-19 yang ditularkan hewan ke manusia. Usul dari para ilmuwan tersebut hanya bersifat kewaspadaan.

"Masuk akal untuk mengembangkan vaksin bagi hewan peliharaan sebagai kesiagaan untuk mengurangi risiko," ujar Cock van Oosterhout, profesor Evolutionary Genetics di Universitas East Anglia dalam situs yang sama.

Hal senada juga dipaparkan oleh sekelompok ilmuwan yang menerbitkan laporan di jurnal Virulence pada Senin (25/1). Menurut mereka, ada potensi virus untuk berevolusi dalam tubuh hewan dan menyebar kembali ke manusia.

"Risikonya adalah, selama ada reservoir (manusia, hewan, tumbuhan, tanah atau zat organik yang menjadi tempat tumbuh dan berkembang biak organisme infeksius), virus mulai berpindah dari hewan ke hewan, dan kemudian mulai mengembangkan strain khusus hewan," kata Kevin Tyler selaku pemimpin penelitian seperti dikutip dari Kompas.com. 

"Kemudian, strain virus dapat menyebar kembali ke populasi manusia. Manusia pada dapat terinfeksi virus baru yang menyebabkan semuanya terulang kembali," tutup Kevin.

Butuh bantuan ?