Menata Keuangan Keluarga Usai Hantaman Pandemi Covid-19

15 Oktober 2021



Banyak hal buruk terjadi sepanjang 2020-2021. Akibat pandemi covid-19, banyak kerabat, teman, saudara, dan keluarga yang meninggal dunia akibat terserang virus tersebut. Dari sisi ekonomi, banyak pula yang mendadak kesulitan mengelola keuangan lantaran mengalami nasib nahas berupa pemotongan gaji, dirumahkan untuk sementara, hingga pemutusan hubungan kerja (PHK).

Kini, penyebaran covid-19 di Indonesia mulai mereda. Perekonomian juga mulai berangsur pulih. Kita juga harus bangkit dan menata kembali keuangan keluarga yang sempat berantakan akibat pandemi.

Pola konsumtif yang kerap dilakukan sebelum pandemi covid-19 harus ditinggalkan. Guna mengantisipasi kejadian yang tidak terduga pada masa depan, Anda harus punya manajemen keuangan yang terencana.

Rumus klasik 40-30-20-10 harus diterapkan secara tegas. Sebanyak 40 persen dari pendapatan digunakan untuk pemenuhan kebutuhan rutin harian. Lalu, sebanyak 30 persen untuk investasi dan asuransi. Sisanya, 20 persen untuk biaya konsumtif/lifestyle dan 10 persen untuk kebaikan (zakat).

Ingat, kita tidak bisa mengatur harga barang di pasar. Namun kita bisa mengatur bahan makanan apa saja yang ingin dibeli. Bahan makanan yang dulu sering 'nyisa' sebaiknya tidak perlu dibeli lagi atau mengurangi jumlahnya agar pas dengan kebutuhan.

Konsumsi BBM, tarif listrik, tol, dan sebagainya juga demikian. Kita tidak bisa mengatur harga-harga tersebut. Namun kita bisa mengatur pemakaian listrik dan kendaraan agar pengeluaran untuk bayar listrik, tol, dan bensin tidak membengkak.

Hal serupa berlaku untuk biaya pendidikan anak. Pemerintah dan yayasan sekolah adalah pihak yang menentukan biaya sekolah tiap jenjang. Anda sebagai orang tua cuma bisa menyiapkan dananya sejak dini. Bisa melalui tabungan pendidikan atau asuransi pendidikan.

Dalam praktiknya, asuransi pendidikan berfungsi untuk menjamin biaya pendidikan anak. Mekanismenya, Anda membayar premi sesuai dengan kesepakatan antara Anda dan perusahaan asuransi. Lalu pihak perusahaan asuransi akan mencairkan sejumlah dana sesuai jadwal yang ada dalam ketentuan polis asuransi pendidikan yang Anda pilih.

Jangan Lupa Berasuransi & Investasi
Mengelola uang tidak akan pernah berhasil jika tidak ada alat bantunya. Instrumen keuangan yang sesuai dengan tujuan kebutuhan bisa dalam bentuk tabungan, asuransi, dan investasi. Dengan berasuransi, Anda bisa mencegah uang tabungan tergerus bila sewaktu-waktu sakit atau mengalami musibah lainnya. Berinvestasi juga pantang dilupakan agar nilai dari uang yang Anda miliki pada saat ini tidak turun pada masa depan.
Prinsip kerja asuransi kesehatan secara sederhana dapat dijelaskan sebagai berikut: 

1.    Kita membeli asuransi kesehatan dari perusahaan asuransi tepercaya, salah satunya Sequis. Lalu membayar premi secara periodik 

2.    Kemudian, bila terjadi risiko sakit hingga harus rawat inap, perusahaan asuransi akan memberikan penggantian biaya rumah sakit 

3.    Besar penggantian sesuai jumlah tagihan dari rumah sakit dengan batasan limit tertentu berdasarkan rencana atau manfaat asuransi yang diambil. 

4.    Penggantian biaya rumah sakit disebut juga klaim kesehatan. Dapat berupa klaim cashless atau  reimburse. Tergantung dari jenis produk atau plan yang Anda ambil.

Dengan memiliki asuransi kesehatan, Anda tidak perlu merogoh kocek. Nasabah hanya perlu mengeluarkan uang bila ada kekurangan biaya yang tidak ditanggung asuransi (ekses klaim). Tetapi, bila keseluruhan biaya perawatan rumah sakit ditanggung asuransi, nasabah tidak perlu mengeluarkan uang sehingga tabungan tetap utuh.

Baca Juga
Mengenal Problem Sandwich Generation & Cara Menghindarinya
Beli Asuransi Kesehatan sebelum Covid-19 Varian Mu Menyebar
Asuransi Online 'Naik Daun' Selama Pandemi Covid-19

Sementara itu, untuk investasi Anda bisa mempertimbangkan memiliki investasi reksa dana. 
Nanti dalam praktiknya, Manajer Investasi akan membantu mengelola dana yang sudah Anda setorkan. Selain itu, Anda tidak perlu sibuk mengamati dan menganalisis pasar saham yang biasanya rumit. Semuanya akan dilakukan oleh tenaga ahli Manajer Investasi. Selain itu, Anda tak perlu khawatir karena tenaga ahli Manajer Investasi telah tersertifikasi dan telah mendapatkan izin dan di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Yuk, tata kembali keuangan Anda dan keluarga setelah terhempas akibat pandemi covid-19. Toh, tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki dan memulainya kembali. Secara perlahan tapi pasti, mulai belajar berhemat dan mengelola keuangan dengan cermat agar kondisi finansial keluarga Anda selalu stabil pada masa depan. 

Bila keuangan Anda sudah membaik dan semua masyarakat juga mengalami hal yang sama, perekonomian Indonesia juga akan turut membaik karena roda ekonomi kembali berputar dan bergeliat. Ujungnya, kita semua yang akan merasakan dampak positifnya.

#bulaninklusikeuangan
#bulaninklusikeuangan2021
#LebihMemahamiAsuransi

Butuh bantuan ?