Pilih Asuransi Pendidikan atau Tabungan Pendidikan?

15 Juni 2021


Menyiapkan dana pendidikan anak dengan menabung di bank memang tidak disalahkan


Setiap orang tua ingin memberikan pendidikan yang terbaik untuk anaknya. Namun, masih banyak orang tua yang bingung bagaimana menyiapkan dana yang cukup agar anak bisa mengenyam pendidikan di sekolah terbaik. Pilihan paling mudah yang biasanya dipilih adalah menabung di bank. 

Menyiapkan dana pendidikan anak dengan menabung di bank memang tidak disalahkan. Tapi, sebetulnya masih ada acara lain yang lebih efektif, yakni tabungan pendidikan dan asuransi pendidikan. Lantas, apa perbedaan di antara keduanya? 

Tabungan Pendidikan
1.    Produk Tabungan yang dijamin Lembaga Penjamin Simpanan (LPS)

Tabungan pendidikan merupakan suatu bentuk produk tabungan berjangka yang diterbitkan dan dikelola oleh Bank dan selayaknya produk tabungan, dana yang ditempatkan pun dijamin oleh LPS. 

2.    Jangka Waktu Lebih Pendek
Tabungan berjangka pendidikan umumnya bisa dicairkan dalam jangka waktu yang relatif pendek sekitar  2-5 tahun. Sehingga Nasabah tidak bisa mengambil dana ini sebelum jangka waktu tersebut berakhir. 

3.    Risiko Rendah
Tabungan pendidikan pun memiliki risiko yang relatif rendah  dan sebagai Nasabah, Anda dapat mengecek pengembangan dana tersebut di rekening secara berkala.

4.    Cocok untuk dana pendidikan jangka pendek 
Melihat karateristiknya yang rendah risiko serta imbal hasil yang rendah maka produk tabungan pendidikan cocok untuk mempersiapkan dana pendidikan jangka waktu pendek mulai dari 2-5 tahun.

Baca Juga
Rekomendasi Produk Asuransi Pendidikan
Memilih Asuransi Pendidikan, Apa yang Harus Diperhatikan?
Langkah Awal Sebelum Memiliki Asuransi Pendidikan Anak
Cara Mendapatkan Asuransi Pendidikan Terbaik

 Lalu bagaimana dengan asuransi pendidikan?

Asuransi Pendidikan
1.    Biasanya dalam bentuk Asuransi Unit Link dan Asuransi Jiwa Dwiguna 

Asuransi pendidikan umumnya berbentuk asuransi investasi atau unit link. Ada pula asuransi jiwa dwiguna atau endowment. Selain memberikan proteksi, kedua asuransi ini memberikan manfaat nilai tunai. Nah, nilai tunai inilah yang kelak bisa dicairkan lalu dipakai sebagai dana pendidikan.

2.    Imbal Hasil yang Kemungkinan Lebih Tinggi 
Imbal hasil di nilai tunai asuransi pendidikan berpotensi lebih tinggi dibandingkan bunga tabungan pendidikan. Terutama yang memiliki unsur investasi atau unit link. Namun patut diingat pula bahwa potensi risiko untuk turun juga tinggi karena kinerja porsi reksa dana di unit link tergantung kinerja investasinya.

3.    Jangka Waktu Lebih Panjang 
Asuransi pendidikan biasanya menerapkan jangka waktu pencairan nilai tunai.. Di asuransi pendidikan, nasabah bisa mencairkan manfaat nilai tunai dalam kurun waktu 10 tahun atau lebih.

4.    Menawarkan Manfaat Asuransi Jiwa 
Mengingat produk dasar asuransi pendidikan adalah asuransi, maka nasabah yang membeli produk ini juga bisa memperoleh berbagai proteksi. Salah satunya adalah manfaat asuransi jiwa yang memberikan jaminan bila nasabah tutup usia sebelum jangka waktu asuransi habis. Dengan demikian penerima manfaat asuransi akan tetap dapat mencairkan nilai tunai saat jangka waktu yang ditentukan, sehingga anak tetap dapat meneruskan pendidikan ke jenjang dan institusi yang diinginkan, meski nasabah tutup usia sebelum jangka waktu habis.

Bila ingin mencari tahu lebih banyak tentang asuransi pendidikan anak terbaik, silakan berkonsultasi dengan Sequis Personal Assistant di https://www.sequis.co.id. Tersedia pula layanan Sequis care di nomor Sequis Care di nomor telepon (62-21) 2994 2929 atau email ke care@sequislife.com. Wujudkan masa depan cemerlang buah hati dengan mempersiapkan dana pendidikannya bersama Sequis!

Butuh bantuan ?