Sequis: Asuransi Jiwa | Asuransi Kesehatan | Investasi di Indonesia - Sequis - Your Better Tomorrow

Risiko yang Harus Diketahui Sebelum Investasi Jangka Panjang



Setiap orang mendambakan hari tua yang nyaman. Ada berbagai cara untuk mewujudkan impian tersebut. Salah satunya dengan berinvestasi sejak dini. Dengan berinvestasi, Anda berpeluang meningkatkan nilai ekonomi yang dimiliki saat ini pada masa depan. 

Dalam berinvestasi, ada dua tujuan yang bisa diraih. Tujuan jangka pendek dan tujuan jangka Panjang. Investasi jangka pendek berkisar 1-2 tahun dengan imbal hasil yang tidak terlalu besar. Sedangkan jangka panjang diperuntukkan tujuan ekonomi dalam 3-5 tahun atau lebih dengan harapan imbal hasil lebih besar. 

Namun prinsip high risk, high return berlaku untuk investasi jangka panjang. Jadi, semakin tinggi imbal hasil investasi yang akan didapat sepadan dengan risiko yang bakal ditemui. Berikut adalah informasi terkait beberapa risiko yang sebaiknya Anda ketahui sebelum melakukan investasi jangka panjang: 

1.    Risiko Pasar
Risiko pasar modal terjadi karena adanya sentimen keuangan yang sering disebut dengan risiko sistematis. Beberapa hal yang memengaruhi risiko pasar di antaranya isu-isu politik, perubahan iklim politik, kerusuhan, dan resesi ekonomi.

2.    Risiko Suku Bunga
Risiko suku bunga muncul akibat nilai relatif aktiva berbunga seperti pinjaman dan obligasi yang memburuk akibat naiknya tingkat suku bunga.  Pada umumnya, kenaikan suku bunga berbanding terbalik dengan harga obligasi yang akan menurun. 

Baca Juga
Pilihan Investasi Jangka Panjang untuk Anak Muda
Tujuan dan Rekomendasi Investasi Jangka Panjang
Gunakan THR untuk Dana Darurat & Investasi Jangka Panjang

3.    Risiko Inflasi
Risiko Inflasi secara berlebihan. Penyebab utamanya adalah uang yang beredar terlalu banyak. Situasi ini dialami beberapa negara di dunia selama masa pandemic covid-19. Venezuela menjadi contoh sahih. Uang stimulus yang diberikan pemerintah justru tidak dibelanjakan oleh masyarakat Venezuela. Malah, mereka memilih untuk deposito ke bank dengan harapan mendapat imbal hasil. Inflasi di Venezuela akhirnya terjadi dengan persentase yang besar karena uang yang beredar sangat banyak namun sistem ekonomi jual-beli tidak terjadi. 

4.    Risiko Likuiditas
Risiko Likuiditas bisa diartikan sebagai risiko yang diakibatkan oleh kesulitan menyediakan uang tunai dalam jangka waktu tertentu. Contoh,  ada pihak yang tidak sanggup membayar kewajiban pada tanggal jatuh tempo secara tunai. Padahal pihak tersebut mempunyai aset yang nilainya cukup untuk melunasi kewajiban. Tetapi aset tersebut sulit dikonversikan menjadi uang tunai atau aset tersebut dapat dikelompokan tidak likuid.

5.    Risiko Valas
Pada investasi jangka panjang risiko valuta asing merupakan risiko yang disebabkan oleh dinamika perubahan kurs di pasaran. Tapi hal ini mengarah kepada penurunan sehingga tidak lagi sesuai dengan yang diharapkan oleh investor pada saat dikonversikan pada mata uang domestik. Di Indonesia sendiri risiko ini berkaitan dengan nilai tukar Rupiah terhadap mata uang negara lain. Risiko jenis ini disebut dengan exchange rate risk.

Butuh bantuan ?