Sequis: Asuransi Jiwa | Asuransi Kesehatan | Investasi di Indonesia - Sequis - Your Better Tomorrow

Akibat Kurang Tidur dan Begadang yang Perlu Diketahui

25 Juli 2022


begadang bisa meningkatkan risiko stroke, serangan jantung, dan penyakit kardiovaskular lainnya (Foto: Kataperempuan.id)


Penyakit stroke yang dialami seorang perempuan akibat sering begadang beberapa waktu lalu memunculkan urgensi betapa pentingnya seseorang mendapatkan untuk tidur dalam waktu cukup. Menurut sejumlah pakar kesehatan, seorang yang sudah beranjak dewasa lazimnya tidur 7 jam dalam sehari. Kurang dari itu, tubuh bakal terasa lesu dan beragam penyakit bakal mengintai dalam jangka panjang.

Mengutip Cleveland Clinic, kebutuhan tidur manusia secara spesifik dibagi dalam 9 kategori, yaitu: 
1. Bayi baru lahir (0-3 bulan): 14-17 jam
2. Bayi (4-11 bulan): 12-15 jam
3. Batita (1-2 tahun): 11-14 jam
4. Balita atau anak-anak prasekolah (3-5 tahun): 10-13 jam
5. Anak usia sekolah (6-13 tahun): 9-11 jam
6. Remaja (14-17 tahun): 8-10 jam
7. Dewasa awal (18-25 tahun): 7-9 jam
8. Dewasa (26-64 tahun): 7-9 jam
9. Lansia (65 tahun ke atas): 7-8 jam

Baca Juga
Asuransi Kesehatan di Tengah Beragam Penyakit dan Virus
Kenapa di Dalam Ruangan Masih Harus Pakai Masker?
Cuaca Panas Melanda, Tetap Sehat Melalui Tips Ini

Bila tidur kurang dari jam-jam yang sudah dianjurkan, seseorang bakal mengalami efek jangka pendek dan panjang. Untuk jangka pendek, biasanya seseorang bakal merasa mudah lelah, mengantuk secara berlebihan pada siang hari, kesulitan untuk konsentrasi, lebih mudah murung, dan keengganan untuk menjalani aktivitas fisik seperti berolahraga.

Viral Perempuan Stroke Akibat Sering Begadang, Kok Bisa?

Untuk jangka panjang, kurang tidur bisa memicu penyakit berat seperti diabetes, serangan jantung, stroke, tekanan darah tinggi, depresi, gangguan seksual, dan penurunan fungsi sistem kekebalan tubuh.
Kurang tidur kronis bahkan dapat memengaruhi penampilan Anda. Seiring waktu, kurang tidur dapat menyebabkan kerutan dini dan lingkaran hitam di bawah mata Anda. Kurang tidur mempengaruhi jumlah hormon stres kortisol yang diproduksi dalam tubuh Anda. Kortisol berperan untuk memecah kolagen, protein yang menjaga kulit tetap halus. Jadi, kurang tidur bisa meningkatkan kerutan.

Baca Juga
Gejala Diare dan Hepatitis Akut Mirip, Bagaimana Membedakan?
Menyikapi Kemunculan Flu Singapura yang Mulai Menular
Cara Melindungi Diri dan Keluarga dari Hepatitis Akut

Banyak hal negatif yang bisa muncul hanya karena kurang tidur atau begadang. Oleh karena itu, sudah saatnya jalani hidup sehat dengan cara rajin berolahraga, mengonsumsi makanan sehat, dan cukup tidur. 

Selain itu, tak ada salahnya untuk memiliki asuransi kesehatan. Dengan memiliki asuransi kesehatan, Anda sudah mengambil langkah tepat agar tubuh mendapatkan perawatan yang optimal bila sewaktu-waktu sakit. Dengan perawatan optimal dan tepat, tubuh punya kesempatan untuk sehat lebih cepat serta mengurangi potensi timbul penyakit lanjutan.

Silakan cek produk-produk asuransi kesehatan Sequis dengan mengakses tautan berikut ini

 

Butuh bantuan ?