Mengenal Jenis Asuransi Jiwa Konvesional dan Syariah

26 November 2021



Asuransi jiwa berfungsi untuk memperkecil kerugian yang timbul dari suatu kejadian yang tidak diinginkan. Misal, perlindungan finansial usai kehilangan pekerjaan dan pendapatan akibat cacat tetap total.
Saat ini, perusahaan asuransi berlomba-lomba mengeluarkan berbagai produk dan jenis asuransi. Tujuannya untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat dalam mencari rasa aman dan perlindungan dari risiko finansial pada masa depan. 

Anda sebagai calon nasabah tentunya perlu mengetahui perbedaan, manfaat yang diberikan, serta biaya premi jenis asuransi jiwa yang ditawarkan tiap perusahaan asuransi. Ada jenis asuransi yang dibedakan menurut jenis pertanggungannya, dibedakan dari sisi pengelolaannya, dan ada jenis asuransi yang dibedakan berdasarkan tujuan operasionalnya.  Semua jenis asuransi ini akan memengaruhi produk-produk asuransi jiwa yang dihasilkan. Jadi Anda bisa menyesuaikan produk-produk asuransi jiwa tersebut dengan kebutuhan. 

Sistem pengelolaan asuransi 
Ada dua jenis asuransi bila dilihat dari sisi pengelolaannya, yaitu konvensional dan syariah. Konsep keduanya berbeda. Jenis asuransi konvensional mengalihkan risiko dari tertanggung ke perusahaan asuransi. Sedangkan asuransi syariah adalah sharing risiko dari satu peserta asuransi ke peserta lainnya, karena itu ketentuan jual belinya pun berbeda. Jika asuransi konvesional berupa jual beli, syariah berupa tolong menolong. 

Baca Juga
Kenali Macam Asuransi Jiwa Agar Sesuai Kebutuhan
Rekomendasi Asuransi Jiwa Unit Link Terbaik 2021
Daftar Asuransi Jiwa Terbaik dan Tepercaya
Apa Saja yang Ditanggung dalam Asuransi Jiwa?
Asuransi jiwa yang Pas Untuk Anak Muda

Dari manakah sumber hukum keduanya? Asuransi konvensional bersumber dari pikiran manusia dan budaya, sementara jenis asuransi syariah berasal dari Alquran, hadis, maupun sumber hukum Islam lainnya. Lalu bagaimana dengan kepemilikan dananya? Di asuransi konvesional, seluruh premi tertanggung menjadi milik penanggung. Sedangkan di asuransi syariah, sebagian premi dari peserta akan menjadi milik peserta tersebut, sebagian lain diamanahkan ke penanggung untuk dikelola. 

Dalam berinvestasi di jenis asuransi konvensional, penanggung bebas melakukan investasi di instrumen manapun tidak terbatas pada prinsip Syariah. Investasi di asuransi syariah sesuai atau tidak bertentangan dengan ketentuan undang-undang dan prinsip syariah. Pembayaran klaim di asuransi konvensional berasal dari rekening pihak asuransi sebagai risiko pertanggungan. Klaim di asuransi syariah berasal dari tabarru (dana yang disetorkan) yang merupakan dana milik peserta. 

Di asuransi konvesional, keuntungan sepenuhnya menjadi hal penanggung.  Sedangkan di asuransi syariah, ada pembagian antara pihak asuransi dengan peserta dalam bentuk bonus. Bila tertanggung membatalkan asuransi konvensional, tertanggung akan dikenakan denda. Sedangkan di asuransi syariah, peserta mendapatkan pengembalian dana secara proporsional. 

Jenis asuransi dilihat dari tujuan operasionalnya
1.    Asuransi komersial, dikelola oleh BUMN dan pihak swasta.  Asuransi komersial ini terdiri dari asuransi konvensional dan asuransi syariah. 
2.    Asuransi sosial, tidak mencari keuntungan tetapi lebih kepada menyediakan layanan sosial bagi masyarakat. Asuransi ini dikelola oleh pemerintah untuk masyarakat luar, contohnya BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan, program pensiun dan tabungan hari tua untuk pegawai negeri sipil, dan asuransi kecelakaan yang dikelola oleh PT Jasa Raharja. 

Jenis asuransi dilihat dari pertanggungannya
1.    Asuransi jiwa 

Pengalihan risiko dengan menanggung kerugian finansial dari risiko tutup usia yang menimpa tertanggung. Ahli waris akan menerima uang pertanggungan (UP) sehingga diharapkan keluarga yang ditinggalkan dapat tetap menjalani hidup. Jenis asuransi ini juga memberikan UP kepada tertanggung yang telah mencapai usia lanjut sehingga tidak bisa lagi mencari nafkah. Asuransi jiwa memiliki beberapa produk yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan seperti asuransi jiwa berjangka (term life), asuransi jiwa seumur hidup (whole life), asuransi iiwa dwiguna (endowment).

2.    Asuransi kesehatan 
Asuransi kesehatan juga merupakan sebuah pengalihan risiko finansial bila sewaktu-waktu tertanggung jatuh sakit sehingga memerlukan perawatan dan pengobatan di rumah sakit, bahkan sampai dengan tindakan operasi. Asuransi kesehatan terdiri dari dua jenis asuransi yaitu asuransi kesehatan individu dan asuransi kesehatan grup. Jenis asuransi ini bisa didapatkan dari pemerintah (BPJS Kesehatan) maupun perusahaan swasta, seperti misalnya Sequis. 

Sequis menyediakan berbagai produk asuransi untuk setiap tahap kehidupan nasabahnya seperti perlindungan jiwa dan kesehatan, investasi, pendidikan, dan dana pensiun. Informasi seputar ragam produk Sequis tersebut bisa dicari melalui www.sequis.co.id. Dan jika Anda memiliki pertanyaan, Anda bisa hubungi Sequis Care di (62-21) 2994 2929, WhatsApp ke 08111 33 2222 atau email ke care@sequislife.com setiap Senin-Jumat pukul 08.15 – 17.00 WIB.

Butuh bantuan ?