Sequis: Asuransi Jiwa | Asuransi Kesehatan | Investasi di Indonesia - Sequis - Your Better Tomorrow

Mewaspadai dan Mengenali Tanda-tanda Gagal Jantung

22 September 2021


Masyarakat diminta lebih memahami tanda-tanda dan penyebab gagal jantung kongestif atau congestive heart failure (CHF)


Hari Jantung Internasional diperingati setiap 29 September. Pada momen peringatan kali ini, masyarakat diminta lebih memahami tanda-tanda dan penyebab gagal jantung kongestif atau congestive heart failure (CHF). Sebuah kondisi ketika otot jantung melemah dan kesulitan memompa darah kes seluruh tubuh.

Menurut Very Well Health yang dilansir oleh kompas.com, ada 4 tanda dan penyebab gagal jantung 

1. Tahap A
Tahap ini disebut pula sebagai pra-gagal jantung, yakni potensi seseorang mengalami gagal jantung karena ada riwayat keluarga, riwayat kesehatan pribadi, serta pola gaya hidup (merokok atau mengonsumsi alkohol). Di tahap ini, seseorang juga memiliki kondisi lain yang bisa menjadi penyebab gagal jantung. Di antaranya, hipertensi, diabetes, penyakit arteri koroner, dan sindrom metabolik (kondisi yang meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, serta diabetes).

Bagaimana mengatasi gagal jantung kongestif tahap A? Bisa dengan mengubah pola hidup seperti olahraga teratur, berhenti merokok dan minum alkohol, serta menurunkan kadar kolesterol.

2. Tahap B
Di tahap ini, seseorang sudah didiagnosis memiliki disfungsi ventrikel (bilik jantung) kiri sistolik. Sebuah kondisi yang membuat daya di bagian kiri jantung sudah berkurang. Sebagai tambahan informasi, ventrikel kiri bertugas mengirimkan darah kaya oksigen ke bagian tubuh manusia.  

Seseorang yang sudah masuk tahap B biasanya sering kelelahan serta sesak napas ketika melakukan aktivitas fisik. Cara mengatasinya bisa dengan memperbaiki kualitas hidup serta mengonsumsi obat yang diresepkan oleh dokter.

3. Tahap C
Di tahap ini, seseorang sudah didiagnosis menderita gagal jantung dan memiliki gejala. Akibatnya, penderita akan mengalami keterbatasan aktivitas fisik, sesak napas, mudah lelah, serta jantung berdebar dan nyeri dada.

Dengan gejala yang dialami, penderita tahap C sudah harus dipantau secara intesif dan perawatan untuk mengoptimalkan fungsi jantung serta mengonsumsi obat yang diresepkan dokter. Obat-obatan diperlukan guna membantu jantung berdetak lebih kuat dan teratur, menurunkan gula darah, serta meningkatkan aliran darah.

Baca Juga
Sayangi Jantung Dengan Pola Hidup Sehat dan Miliki Asuransi
Lawan Penyakit Jantung Aritmia dengan Memperbaiki Gaya Hidup
Pelajaran dari Gagal Jantung Pemain Denmark, Eriksen
Asuransi Kesehatan Hingga Puluhan Miliar per Tahun, Perlu?
Rekomendasi Produk Asuransi Penyakit Kritis untuk Milenial

4. Tahap D
Di situasi ini, seseorang sudah mengalami gagal jantung lanjut atau parah sehingga obat-obatan dan perawatan tidak memberikan efek signifikan. Penderita akan kesulitan melalukan banyak kegiatan fisik dan sangat mudah lelah serta kesulitan napas.  Di tahap ini penderita juga berpotensi mengalami masalah lanjutan, di antaranya penyakit ginjal, penyakit hati, dan kesulitan berjalan.

Pengobatan yang harus dilakukan adalah transplantasi jantung, operasi jantung, atau menggunakan alat bantu ventrikel yang mengambil darah dari ruang bawah jantung dan membantu memompanya ke organ-organ vital.

Lindungi Diri dari Penyakit Jantung
Berbagai penyakit kritis mulai mengintai masyarakat. Selain virus covid-19, masyarakat juga harus waspada dengan penyakit jantung. Potensi penyakit itu muncul makin meningkat seiring adanya pembatasan sosial akibat covid-19 yang membuat masyarakat jadi kurang gerak/olahraga.

Semua penyakit itu butuh pengobatan dengan biaya yang besar. Oleh karena itu, ada baiknya masyarakat melindungi diri dengan asuransi kesehatan. Terutama asuransi kesehatan penyakit kritis. Dengan memiliki asuransi penyakit kritis, penderita bisa mendapatkan perawatan optimal dan menghindarkan tabungan, dana darurat, hingga aset tidak tergerus untuk membayar biaya pengobatan di rumah sakit.

Bila tertarik dengan produk asuransi penyakit kritis, silakan menghubungi Sequis Care di nomor telepon (62-21) 2994 2929 atau email ke care@sequislife.com.  Ingin konsultasi dengan agen Sequis untuk membahas produk ini? Caranya mudah yakni dengan akses ke klik link berikut FIND AGENT  

Butuh bantuan ?