Efek Buruk yang Ditimbulkan dari Gaya Hidup Hedonisme



Menghamburkan uang boleh saja. Asal, Anda 'mampu' dan sudah bergelimang harta. Namun menghamburkan uang untuk memenuhi hasrat menjalani gaya hidup mewah atau hedonisme pantang dilakukan oleh orang-orang yang memiliki keuangan 'pas-pasan'.

Yuk perhatikan lingkungan sekitar. Adakah teman, kerabat, atau keluarga dengan kondisi ekonomi pas-pasan namun memaksakan diri menjalani gaya hidup hedonisme. Atau justru Anda yang sedang menjalaninya? Segera perbaiki karena gaya hidup hedonisme memiliki sejumlah efek negatif untuk masa depan. Berikut ini beberapa efek buruknya: 

1. Disorientasi Finansial
Memaksakan diri menghamburkan uang ketika pemasukan tidak banyak bakal membuat orientasi finansial seseorang menjadi tidak sehat. Nantinya, tujuan finansial yang wajib dipenuhi justru tidak terealisasi. Misal, uang yang harusnya untuk membeli rumah atau bayar pendidikan anak terpakai untuk belanja barang konsumtif. 

Baca Juga
Gaya Hidup Frugal untuk Menjaga Lingkungan Hidup
Gaya Hidup Lagom Bantu Hidup Lebih Sehat
Menyiasati Gaya Hidup Hustle Culture yang Bikin Pusing
Perbaiki Pola Makan & Gaya Hidup Cegah Kanker Kolorektal
Memilih Asuransi yang Tepat untuk Gaya Hidup Anak Muda

2. Cashflow Berantakan
Gaya hidup hedonisme memiliki kaitan yang sangat erat dengan pemborosan. Bila kebiasaan tersebut dilakukan terus menerus, maka dapat membuat keuangan menjadi tidak sehat. Seseorang menjadi terlalu banyak membelanjakan uang untuk hal-hal yang tidak penting tanpa adanya perencanaan keuangan yang matang.

3. Tidak memiliki dana darurat dan investasi 
Seseorang yang terbiasa membelanjakan uang untuk kebutuhan sekunder bahkan tersier, seringkali mengabaikan dana darurat dan investasi. Padahal, keduanya sangat diperlukan agar kondisi keuangan tetap aman. Umumnya seseorang yang bergaya hedonis, terlalu sibuk untuk memikirkan kepuasan diri sendiri. Sehingga lupa untuk menyisihkan penghasilan untuk masa depan dalam bentuk dana darurat dan investasi.

Butuh bantuan ?