Gangguan Kesehatan Mental: Kenali, Observasi, Proteksi

22 Oktober 2021



Dunia memperingati Hari Kesehatan Jiwa atau Hari Kesehatan Mental pada 10 Oktober. Sebuah momen yang tidak boleh dipandang sebelah mata. Sebab, kesehatan mental patut diperhitungkan  seperti penyakit berat lainnya semisal jantung dan kanker.

Persis seperti jantung dan kanker, kesehatan mental atau gangguan stres bisa merusak serta menyakiti pengidapnya. Buktinya dalam beberapa kasus, orang yang mengalami gangguan kesehatan mental bisa berujung kematian akibat bunuh diri.

Gangguan kesehatan mental bisa berawal dari stres yang terabaikan. Jadi, usahakan mulai memerhatikan, bersimpati, dan berempati bila ada anggota keluarga serta kerabat yang mulai menunjukkan gejala kurang tidur, gelisah, serta meluapkan emosi yang terasa anomali.

Baca Juga
Manfaat Asuransi Kesehatan Terbaik
Urgensi Memiliki Asuransi Kesehatan Anak
Asuransi Kesehatan Sequis
Pahami Manfaat Asuransi Kesehatan
Hadapi Pandemi dengan Asuransi Kesehatan

Ingat, berkomunikasi dengan seseorang yang mengalami gangguan kesehatan mental tidaklah mudah. Mereka cenderung tertutup dan enggan bercerita karena malu atau takut mendapat cap kurang waras.

Jadi, sebelum memberikan perhatian kepada penderita gangguan kesehatan mental, sebaiknya Anda membuang jauh pikiran dan anggapan bahwa orang dengan gangguan mental sebagai sosok yang aneh, hina, dan asing. Bantu mereka secara tulus karena penderita tentunya sedang berjuang untuk menerima dirinya dan ingin sembuh. 

Lakukan pendekatan dengan cara yang sederhana. Misal dengan menanyakan kabar, menjadi pendengar yang baik, menjadi teman cerita tanpa mendikte atau menggurui, serta tidak mendebat atau menghakimi opini mereka.

Bila cara itu membuat Anda diterima dengan penderita gangguan kesehatan mental, baru ajak secara perlahan-lahan untuk konsultasi dengan ahlinya, yakni psikolog. 

Bantuan psikolog atau psikiater diharapkan mampu membantu penderita gangguan kesehatan mental keluar dari masalah dan mendapatkan jawaban yang diinginkan. Sebab, sesi terapi biasanya dapat membantu seseorang untuk menjelaskan dan menetapkan langkah realistis yang selama ini masih buram.

Malu dan Terkait Dana
Kesadaran masyarakat Indonesia untuk konsultasi mengenai gangguan kesehatan mental mungkin belum sebesar negara lain. Ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor. Bisa dikarenakan perasaan malu, kurang mendapat informasi terkait layanan konsultasi, serta keengganan mengeluarkan uang besar untuk konsultasi mengenai gangguan kesehatan mental. Sebagai tambahan informasi, biaya konsultasi dengan psikolog di Indonesia cukup tinggi, yakni berkisar Rp250-Rp750 ribu untuk durasi 1 jam konsultasi. 

Urusan dana sebetulnya bisa disiasati dengan memiliki asuransi kesehatan yang menanggung biaya  kesehatan untuk konsultasi kesehatan mental ke psikolog. Manfaat itu bisa didapat bila masyarakat Indonesia memiliki produk asuransi Sequis melalui unit bisnisnya, MiPower yaitu MiProtection.

Produk MiProtection akan menanggung biaya yang dikeluarkan bila nasabah melakukan konsultasi untuk sejumlah gangguan kesehatan mental Obsessive Compulsive Disorder (OCD), Bipolar, dan Skizofrenia. Semua manfaat itu bisa didapat dengan premi sangat terjangkau, yaitu plan starter (Rp380ribu/tahun), moderate (Rp525 ribu/tahun), dan advanced (Rp1,3 juta/tahun).

Butuh bantuan ?