Ada Covid-19 Omicron, Panic Buying Bisa Kembali Muncul

20 Desember 2021



Penyebaran virus covid-19 varian Omicron melonjak di beberapa negara. Termasuk di Tiongkok. Bahkan, pemerintah Tiongkok siap melakukan kebijakan lockdown wilayah bila penyebaran terus meningkat dalam beberapa pekan ke depan.

Rencana lockdown mendapat berbagai respons dari masyarakat Tiongkok. Sebagian ada yang meresponsnya dengan 'berburu' bahan kebutuhan sehari-sehari dengan jumlah yang tidak lazim atau biasa disebut sebagai 'panic buying'. 

Menurut CNN, sejumlah barang yang diburu masyarakat Tiongkok ketika pergi ke supermarket di antaranya biskuit, daging olahan, beras, kecap, mie instan, hingga saus sambal.

Fenonema panic buying saat masa pandemi covid-19 juga pernah terjadi di Indonesia. Tepatnya saat awal covid-19 merebak yakni Maret-Juni 2020 dan saat gelombang varian delta Juni-Juli 2021. Ketika itu, masyarakat Indonesia memburu masker, hand sanitizer, sabun cuci tangan, makanan beku, tisu basah, oxymeter, dan tabung oksigen.

Kenapa Panic Buying Bisa Muncul?
Panic buying terjadi bila terjadi perubahan sosial (bisa berupa pandemi atau perang) dan diantisipasi secara serentak oleh masyarakat. Masyarakat akhirnya menimbun stok dengan tujuan bisa bertahan hidup di tengah keadaan darurat. Ini juga perilaku masyarakat yang merasa tidak pasti dengan hal yang akan terjadi pada masa depan. 

Baca Juga
Menelaah Mitos dan Fakta Mengenai Vaksin Covid-19
Penyebab Stres Selama Pandemi Covid-19 dan Cara Mengatasinya
Sudah Pernah Terinfeksi Covid-19, Masih Perlu Suntik Vaksin?
Manfaat Asuransi Kesehatan Terbaik
Asuransi Kesehatan Sequis
Pahami Manfaat Asuransi Kesehatan

Hingga akhirnya, semua orang rela antre berjam-jam di supermarket demi mie kemasan, makanan beku, tisu, masker, dan lain-lain. Tindakan ini menimbulkan stok cepat menipis dan harga bahan makanan  melejit tinggi.

Berasuransi di Tengah Ketidakpastian
Sadar bahwa masa depan penuh ketidakpastian seharusnya juga berlaku untuk kesehatan, jiwa, dan finansial seseorang. Dalam situasi tidak terduga, seseorang bisa mendadak sakit atau mengalami kecelakaan saat bekerja. Dalam situasi tidak terduga pula, seseorang bisa meninggal atau mengalami musibah yang mengganggu finansial keluarga.

Oleh karena itu, Anda perlu menyiasatinya dengan memiliki asuransi kesehatan dan asuransi jiwa. Agar terhindar dari krisis finansial akibat tagihan biaya rumah sakit, Anda perlu mempertimbangkan memiliki asuransi kesehatan. Dengan asuransi kesehatan pula, Anda akan memiliki kesempatan mendapatkan perawatan optimal di rumah sakit.

Sedangkan asuransi jiwa akan melindungi finansial keluarga dari berbagai kejadian tidak terduga pada masa depan. Misal, Anda sebagai kepala keluarga dan pencari nafkah utama cacat tetap total atau meninggal dunia. Bila ini terjadi, asuransi jiwa bertugas mengurangi risiko kerugian finansial akibat musibah yang Anda alami. Misal, utang bisnis yang Anda tinggalkan usai meninggal dunia. Dengan adanya Uang Pertanggungan dari asuransi jiwa, keluarga yang Anda tinggalkan bisa melunasi utang tanpa harus menghabiskan tabungan atau meminjam ke bank.

Pandemi covid-19 bisa disikapi dengan berbagai cara. Anda yang memutuskan. Bisa dengan panic buying atau bersikap tenang dan menyiapkan semuanya dengan baik. 

Butuh bantuan ?