3 Pelajaran Hidup yang Didapat dari Pandemi Covid-19

22 Desember 2021



Pandemi covid-19 sudah berlangsung sejak awal 2020. Setelah nyaris dua tahun, penyebaran virus covid-19 di Indonesia akhirnya mulai mereda. Aktivitas yang selama pandemi harus terhenti akhirnya bisa dilakukan kembali.

Penyebaran virus covid-19 memberikan kesedihan buat banyak orang. Ada yang harus berjuang agar bisa sembuh dari penyakit tersebut. Ada pula yang harus merelakan orang terdekat meninggal dunia akibat tak kuasa melawan virus covid-19.

Terlepas dari musibah yang tidak mengenakkan tersebut, masyarakat mendapat pelajaran penting selama pandemi covid-19 berlangsung.

1. Sikap syukur
Pandemi covid-19 memperlihatkan bahwa kita sejatinya kurang mensyukuri  hal-hal di sekeliling kita yang sudah didapat hingga saat ini. Kita baru menyadari bahwa sesungguhnya hal-hal yang selama ini kita anggap sepele justru punya arti yang sangat besar. Sebelum pandemi, mungkin sebagian dari kita ada yang pernah merasa malas untuk berolahraga, kumpul bersama teman, mengajak keluarga berlibur, atau aktivitas lain yang harus dilakukan di luar ruang. 

Namun, rasa sesal mendadak muncul ketika virus covid-19 menyebar saat kita dilarang berkerumun di tempat publik dan harus tetap di dalam rumah. Rasa bosan akhirnya muncul setelah berada di rumah selama berbulan-bulan. Hingga akhirnya, rasa syukur sekaligus bahagia timbul ketika kita mulai diperbolehkan ke luar rumah dan bisa mengajak keluarga atau bertemu teman di taman serta di tempat outdoor lainnya.

Baca Juga
Manfaat Asuransi Kesehatan Terbaik
Urgensi Memiliki Asuransi Kesehatan Anak
Asuransi Kesehatan Sequis
Pahami Manfaat Asuransi Kesehatan
Hadapi Pandemi dengan Asuransi Kesehatan

2. Kebersamaan melawan covid-19
Kejadian-kejadian kurang manusiawi sempat terjadi pada awal-awal penyebaran virus covid-19 di Indonesia. Ketika itu, ada kelompok masyarakat yang menolak jenazah pasien covid-19 dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) di wilayah tempat tinggal mereka. Lalu, ada pula kelompok masyarakat yang merasa terganggu bila ada tetangga mendadak terserang virus covid-19. 

Sempat pula ada sentimen negatif dari sejumlah masyarakat yang menolak kedatangan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang pulang dari Kota Wuhan, Tiongkok. Kota dan negara yang notabene asal mula virus covid-19 menyebar.  

Sederet cerita kurang manusiawi lain mengiringi awal penyebaran covid-19 di Indonesia. Namun perlahan tapi pasti, sentimen-sentimen negatif itu terkikis. Sadar bahwa virus ini harus dihadapi secara bersama-sama, masyarakat mulai mau membantu tetangga, teman, dan keluarga yang sedang berjuang melawan penyakit covid-19. Bantuan yang diberikan bermacam bentuk. Ada yang secara sukarela memberikan makanan kepada pasien isolasi mandiri (isoman). Ada pula yang sigap melakukan penggalangan dana untuk membantu masyarakat kurang mampu sembuh dari virus covid-19.

Baca Juga
Beli Asuransi Kesehatan sebelum Covid-19 Varian Mu Menyebar
Cara Cegah Ngantuk Usai Vaksinasi Covid-19
Rekomendasi Hampers di Masa Pandemi Covid-19
Bongkar Mitos Covid-19 & Bagaimana Melawannya?
Pemerintah Tanggung Covid-19, Perlu Asuransi Kesehatan?
Mitos yang Pernah Beredar Mengenai Covid-19
Ibu Hamil Bisa Divaksin Covid-19, Apa Saja Syaratnya?

3. Antisipasi hal tidak terduga
Pandemi covid-19 menjadi contoh sahih bahwa hal tidak terduga bisa datang kapan saja. Bagi mereka yang sudah punya perencanaan dengan baik, pandemi covid-19 ini mungkin terasa tidak terlalu menyakitkan.

Pandemi covid-19 bisa dilalui oleh masyarakat yang sudah menyiapkan tabungan, dana darurat, dan berasuransi sejak lama. Jadi, tabungan dan dana darurat akan bisa diandalkan ketika seseorang terkena musibah Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) ketika pandemi berlangsung. Tabungan dan dana darurat setidaknya bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sambil menunggu mendapatkan pekerjaan baru.

Asuransi juga menjadi penyelamat di kala pandemi. Patut diketahui, bagi pasien yang harus dirujuk ke rumah sakit dan mendapat perawatan intensif, biayanya bisa menghabiskan sekitar Rp100 juta. Nah biaya itu tentunya dibebankan kepada pasien. Beruntung bagi yang sudah memiliki asuransi. Sebab biaya sebesar itu ditanggung oleh perusahaan asuransi. Jadi pasien bisa fokus ke pemulihan dan keluarga punya perasaan tenang lantaran tidak perlu merogoh tabungan atau pinjam uang ke bank.

Semoga pandemi covid-19 juga memberikan pelajaran positif untuk Anda. Ingat, syukuri yang dimiliki saat ini, mengatasi apa pun yang akan terjadi pada masa depan secara bersama-sama, serta persiapkan diri Anda dengan baik dengan perencanaan keuangan yang matang mulai dari sekarang.

Butuh bantuan ?